
PSMS Medan. (Dok. Instagram/@official_psmsmedan)
JawaPos.com - Peluang PSMS Medan untuk promosi ke Liga 1 musim ini nyaris mustahil. Ini terjadi setelah Ayam Kinantan yang mampu bermain imbang 2-2 dengan Persikad Depok di Stadion Pakansari, Minggu (5/4/2026).
Pada pertandingan ini, PSMS datang dengan tekanan setelah hasil minor dalam tiga laga terakhir. Harapan untuk bangkit nyaris pupus ketika Persikad tampil efektif sejak awal, namun PSMS mampu mengimbangi.
Tim tuan rumah membuka keunggulan lewat striker asing mereka, Rosalvo, pada menit ke-30. Situasi semakin menarik ketika bek Persikad, Belhadj Kacem, diusir wasit tak lama kemudian. Unggul jumlah pemain, PSMS justru kesulitan menembus pertahanan rapat lawan.
Di babak kedua, alih-alih menyamakan kedudukan, PSMS kembali kebobolan. Adriano Castanheira sukses menggandakan keunggulan Persikad pada menit ke-76, membuat tim tuan rumah unggul 2-0 meski bermain dengan 10 orang.
Meski tertinggal dua gol, PSMS terus berjuang untuk mencetak gol. Usaha mereka pun membuahkan hasil melalui Clayton da Silva pada menit ke-86. Gol ini membakar semangat pada pemain PSMS.
Puncak drama terjadi di masa injury time. Felippe Cadenazzi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+2, memastikan skor berubah menjadi 2-2. Persikad sempat kembali mencetak gol menit ke-90+7, namun dianulir wasit sehingga skor tetap imbang hingga peluit akhir.
Tambahan satu angka ini membuat PSMS tertahan di posisi keenam klasemen sementara dengan 31 angka dari 23 pertandingan. Ayam Kinantan tertinggal 11 angka dari tim peringkat kedua, yang merupakan slot terakhir promosi ke Liga 1.
Dengan kompetisi tinggal menyisakan empat pertandingan, maka peluang PSMS untuk promosi pada musim ini nyaris mustahil. Sebab selain Adhyaksa FC dan Garudayaksa di peringkat satu dan dua, masih ada Persiraja, Sumsel United, dan Bekasi City yang memiliki poin lebih baik dari PSMS.
Hasil imbang dari Persikad ini membuat Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya meski timnya berhasil comeback. “Kami sangat kecewa. Bermain dengan 11 lawan 10 seharusnya bisa menang, tapi pemain sudah berusaha maksimal,” ujar Eko usai pertandingan.
Dia menilai timnya kesulitan menghadapi pertahanan dalam Persikad meski unggul jumlah pemain. Bahkan, PSMS kembali kebobolan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022