Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2020 | 03.29 WIB

Setahun, Wisatawan Ampel Naik 786.382 Orang

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kawasan wisata religi Ampel masih menjadi primadona di Surabaya. Tingkat kunjungan ke Makam Sunan Ampel melonjak pada 2019. Selain wisatawan domestik, banyak turis asing yang datang untuk meneliti dan berbelanja.

Berdasar catatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, sedikitnya ada 1.968.452 orang yang berkunjung ke Ampel selama Januari–Desember 2019. Angka tersebut naik 786.382 orang daripada tahun sebelumnya. Pada 2018, jumlah peziarah hanya 1.182.070 orang.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) kawasan wisata religi Ampel M. Khotib menjelaskan bahwa kenaikan jumlah wisatawan dipengaruhi banyak hal. Salah satunya, masuknya kapal pesiar. Jumlah kapal jumbo yang singgah ke Kota Pahlawan pada 2019 cukup banyak.

’’Khusus turis asing, mereka memiliki tujuan berbeda. Ada yang berbelanja. Ada pula yang belajar dan memotret,’’ tuturnya. Dia mengungkapkan bahwa wisatawan mancanegara (wisman) berasal dari berbagai negara. Bukan hanya negara tetangga, Malaysia, melainkan juga Benua Eropa.

Soal jumlah kenaikan wisatawan, Jawa Pos juga mendapati catatan menarik dari petugas Disbudpar Surabaya. Pada 2019 ada peningkatan pengunjung dari kalangan pelajar seperti rombongan siswa sekolah dan santri pondok pesantren (ponpes). Itu berarti Ampel tidak hanya difavoritkan masyarakat dewasa atau orang tua seperti tahun-tahun sebelumnya.

Meski jumlah wisatawan meningkat, Khotib menuturkan bahwa banyak hal yang kurang di Ampel dan perlu dibenahi lagi. Salah satunya, kenyamanan dan keamanan pengunjung. Hingga kini, belum ada pos kesehatan di destinasi wisata tersebut.

’’Tempo hari ada turis yang jatuh saat berjalan di trotoar. Bingung arep digowo nyandi,’’ jelasnya. Dia menilai perlu ada pos terpadu di kawasan Ampel. Tentu itu tidak hanya dimanfaatkan sebagai pos kesehatan. Pos tersebut juga bisa digunakan sebagai pusat informasi untuk mengenalkan seluk-beluk Ampel. ’’Bisa juga untuk pos pemandu wisata,’’ ungkapnya.

Sejarahwan tersebut juga mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan program penataan kawasan Ampel yang digembor-gemborkan pada 2018. Terutama soal penambahan sarana parkir dan museum. Sebab, dua bangunan itu amat penting bagi pengunjung.

Hingga kini, persoalan parkir memang masih menjadi sorotan di Ampel. Ada jukir yang menaikkan tarif seenaknya. Selain itu, parkir kendaraan yang menutup separo jalan sering membuat macet.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore