Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2020 | 22.14 WIB

Waspada Korona, 99 Penumpang Jalani Pemeriksaan Suhu Tubuh di Juanda

DIPERIKSA: Penumpang pesawat terbang menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya di Bandara Juanda, Kamis (30/1). (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

DIPERIKSA: Penumpang pesawat terbang menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya di Bandara Juanda, Kamis (30/1). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com – Persebaran virus korona dari Wuhan, Tiongkok, terus diantisipasi. Kemarin (30/1) Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya melakukan pengecekan di Bandara Internasional Juanda. Ada 99 penumpang yang diperiksa.

Mereka datang dari penerbangan Singapura. Sebanyak 18 di antara 99 penumpang itu terbang dari Hangzhou, Tiongkok, sebelum transit di Singapura Perinciannya, 12 orang laki-laki dan 6 perempuan. Semuanya adalah warga Jawa Timur (Jatim). ’’Ada yang pebisnis, pekerja, dan mahasiswa,’’ kata Kepala KKP Kelas I Surabaya Muhammad Budi Hidayat.

Budi menyebutkan, jarak Wuhan dan Hangzhou sekitar 750 kilometer. Meski jaraknya cukup jauh, potensi menularnya virus korona masih harus diantisipasi. Karena itu, seluruh penumpang diminta menjalani pemeriksaan suhu tubuh dengan alat body thermal scanner (BTS).

Budi menjelaskan, pemeriksaan itu bertujuan memastikan kondisi penumpang sehat saat tiba di Surabaya. Hasilnya, semuanya dinyatakan aman dan tidak ada yang sakit. ’’Klir semua,’’ ujarnya.

Total, ada dua unit BTS yang ditempatkan di terminal 2 (T2) penerbangan internasional dan terminal 1 (T1) penerbangan domestik, serta satu unit BTS di Pelabuhan Tanjung Perak. Ada lagi satu unit BTS untuk cadangan.

Budi menuturkan, upaya itu dilakukan untuk peningkatan pengawasan. Khususnya terhadap penumpang yang tiba dari Tiongkok. Jumlah petugas BTS pun ditambah dari dua orang menjadi empat orang per unit. Seluruh penumpang dari negara terjangkit juga diwajibkan mengisi health alert card atau kartu kewaspadaan sejak berada di dalam pesawat.

Selain itu, KKP menyediakan satu ruang isolasi berukuran 6x6 meter persegi di Juanda. Ruangan tersebut dilengkapi protection isolation chamber. Yakni, alat transportasi berjalan untuk memindahkan pasien suspect dari ruang isolasi bandara menuju ruang isolasi di rumah sakit rujukan.

Antisipasi juga dilakukan Pemkot Surabaya. Melalui surat edaran wali kota, seluruh instansi pemerintah maupun swasta diimbau ikut melakukan pencegahan. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan bahwa surat edaran itu tidak hanya ditujukan kepada dinas dan instansi pemerintah di lingkungan Pemkot Surabaya. Seluruh mal, apartemen, pertokoan, dan perkantoran diberi imbauan yang sama. ’’Semuanya sudah kami sosialisasikan,’’ katanya kemarin.

Dalam surat edaran tersebut, Risma meminta pengelola pusat perbelanjaan menyediakan masker khusus di setiap lantai. Selain itu, harus ada disinfektan atau antiseptik cair yang dipakai untuk membersihkan kuman di tangan. Aturan itu juga berlaku bagi pengelola apartemen, perkantoran, dan pertokoan.

Di rumah sakit, mantan kepala badan perencanaan pembangunan kota (bappeko) tersebut sudah menyiapkan ruang isolasi. Baik di Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH) maupun RSUD dr M. Soewandhie. ’’Itu hanya jaga-jaga. Yang lebih penting sebetulnya pencegahannya,’’ tuturnya.

Pemkot, kata Risma, tidak hanya membebankan tugas sosialisasi kepada dinas kesehatan (dinkes). Seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) juga dilibatkan. Termasuk petugas di kecamatan, kelurahan, dan RT/RW.

Menurut dia, ada satu lokasi yang perlu mendapat perhatian lebih. Yaitu, pasar hewan yang menjual unggas atau hewan sejenisnya. Risma memastikan seluruh pedagang sudah diberi masker dan sarung tangan. ’’Aku berharap mereka disiplin memakainya,’’ tuturnya.

Terkait dengan beberapa mahasiswa di Wuhan, Tiongkok, yang akan pulang ke Indonesia, Risma menilai itulah wewenang pemerintah pusat. Pemkot bakal berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) soal itu. ’’Tentu nanti ada mekanismenya. Kami serahkan ke pusat,’’ terangnya.

Di sisi lain, Kepala Dinkes Surabaya drg Febria Rachmanita memastikan tidak ada pasien yang terserang virus korona hingga saat ini. Yang ada hanya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Pejabat yang akrab disapa Feny itu menyatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan menempatkan petugas kesehatan terlatih di setiap fasilitas kesehatan (faskes). Selain itu, kader-kader di puskesmas maupun posyandu diminta aktif memberikan sosialisasi

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore