
AKTIF LAGI: Susilo, operator kapal, sedang memeriksa tiket penumpang yang akan menyeberang ke Pelabuhan Kamal, Madura, dengan menggunakan KMP Jokotole. (Azami Ramadhan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Aktivitas di Pelabuhan Ujung, Surabaya, ke Kamal, Madura, kembali normal. Jalur penyeberangan ke Pulau Madura itu kembali diaktifkan setelah larangan mudik selama Hari Raya Idul Fitri berakhir pada 17 Mei 2021. Para pengguna transportasi tersebut tetap diwajibkan memakai masker untuk menekan penularan Covid-19. Minggu sore (23/5) sejumlah warga mulai memanfaatkan layanan jalur penyeberangan. Baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan logistik. Rata-rata ada 20–50 orang yang naik kapal dalam sekali perjalanan itu.
Menurut Susilo, salah satu operator KMP Jokotole, pengguna jalur transportasi tersebut mulai meningkat sejak Kamis (20/5).
”Sejak Kamis itu mulai banyak yang menyeberang. Dari Surabaya iya. Dari Madura juga iya. Alhamdulillah,” katanya sembari memeriksa tiket penumpang kapal.
Dia menambahkan, aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Ujung ke Kamal itu menggeliat saat Hari Raya Ketupat. Para pekerja lebih awal menyeberang ke Pulau Madura.
Aktivitas lainnya juga ditandai dengan beroperasinya tiga kapal penyeberangan. Selain kapal motor penyeberangan (KMP) Jokotole, ada KMP Gajah Mada dan KMP Tongkol. ”Yang tidak pakai kendaraan atau jalan kaki juga ada. Kan pas jam pulang kerja ini,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, kemarin KMP Jokotole sudah beroperasi empat kali. Terakhir beroperasi pukul 17.00 dari Pelabuhan Kamal menuju Pelabuhan Ujung. ”Itu penyeberangan terakhir. Karena operasional KMP hanya sampai pukul 17.00,” imbuhnya.
Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya Eva Mardiany mengungkapkan, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ujung sudah kembali normal. Mayoritas kapal beroperasi untuk melayani penumpang komuter dari Madura ke Surabaya. Begitu pula sebaliknya dari Surabaya ke Madura. ”Mayoritas penumpang komuter ya. Untuk logistik juga ada. Biasanya untuk memangkas waktu di jalur darat,” kata Eva.
Baca Juga: Sepuluh Tahun Menikah, Istri Akui Dua Anaknya dari Pria Lain
Penumpang didominasi pengguna roda dua. Kapasitas KMP yang beroperasi juga masih menyesuaikan peraturan di tengah pandemi. Penumpang KMP tidak lebih dari 50 persen sebagai upaya menekan persebaran Covid-19. ”Prokes tetap kami tekankan. Minimal menggunakan masker dan saat berlajan tetap jaga jarak,” tegasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
