Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Juli 2021 | 20.38 WIB

Sehari Jelang Idul Adha, Suramadu Sepi, Warga Tak Toron

Suasana Jembatan Suramadu sehari jelang Hari Raya Idul Adha. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Suasana Jembatan Suramadu sehari jelang Hari Raya Idul Adha. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Sehari menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1421 H, pada Senin (19/7), tidak tampak aktivitas atau mobilitas di sepanjang Jembatan Suramadu. Padahal, aktivitas toron atau pulang kampung bagi warga Surabaya menuju Madura biasa dilakukan.

Dari pantauan JawaPos.com, sejak pukul 10.00 WIB hingga siang, jalanan sepanjang Jembatan Suramadu lengang. Kabag Ops Pol Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Eko Nur Wahyudiono menjelaskan, lengangnya jalanan karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

”PPKM Darurat ini kan harusnya selesai Selasa (20/7). Namun kami lakukan sampai tanggal 24. Selama PPKM darurat, kami lakukan penyekatan atau pembatasan kendaraan,” kata Eko.

Menurut dia, penyekatan atau pembatasan sudah dilakukan sejak PPKM mikro. Yakni sebelum Juli. PPKM mikro itu untuk pembatasan wilayah.

”Untuk toron, sejak 17–24 Juli, kita pertebal. Karena seluruh Indonesia memperketat pembatasan antardaerah,” tegas Eko.

Penyekatan itu dilakukan untuk melakukan pemeriksaan kepada pengendara. Misalnya, kelengkapan surat dari warga ketika akan melintas. ”Kami minta tunjukkan surat SIKM, surat tugas dari perusahaan, dan sertifikat vaksin pertama,” terang Eko.

Pemeriksaan itu, dilaksanakan berdasar sektor pekerjaan. Sebab menurut aturan PPKM darurat, warga yang boleh melintas antardaerah hanya mereka yang bekerja di sektor kritikal dan esensial.

Eko menambahkan, warga sudah mengetahui dan menyadari hal itu. ”Mereka langsung menunjukkan (surat),” kata Eko.

Eko juga memastikan penyekatan yang dilakukan sejak 17–24 Juli dilakukan selama 24 jam. Ratusan personel yang bertugas dibagi 3 sif.

”Untuk penyeberangan Suramadu itu kita siagakan 30 personel dari Polres Tanjung Perak, 30 personel dari Polda Jatim, 30 dari Brimob, 30 dari TNI AD, 30 dari Linmas, 30 dari Satpol PP, dan 18 personel dishub. Dibagi dalam 3 sif dari masing-masing instansi,” papar Eko.

Salah satu warga Madura yang biasa Toron atau mudik jelang Idul Adha adalah Mutibo, 47. Warga asal Sumenep itu tinggal di Jalan Tunjungan Surabaya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Mutibo mengaku tidak toron. Alasannya karena ribet.

Males aku. Nanti di Suramadu ditanya-tanya surat. Timbang ribet gak toron ae (daripada ribet lebih baik nggak toron),” ujar Mutibo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore