
Mobil asal Madura melewati jembatan Suramadu di bawah pengawasan personel kepolisian. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Perayaan Idul Adha jatuh pada Selasa (20/7). Meski begitu, tak ada pencegahan khusus toron atau mudik di jembatan Suramadu pada Senin (19/7) malam.
Dari pantauan JawaPos.com di jembatan Suramadu tidak terlihat adanya penyekatan. Otomatis pengendara dapat dengan bebas melintas. Di jalanan, hanya terlihat beberapa barrier yang dipasang di pinggir jalan lajur motor. Sehingga baik motor maupun mobil dari arah Surabaya menuju Madura dapat melenggang dengan bebas.
Tak jauh dari jalanan, petugas kepolisian terlihat berjaga di pos check point pengendalian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di jembatan Suramadu. Kondisi di jembatan Suramadu sepi sejak pagi hingga siang. Pada sore hingga menjelang magrib, kepadatan terjadi. Namun tidak ada penyekatan yang dilakukan.
Ketika ditanya terkait hal tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum belum bisa menjawab. Dia tidak memberi respons ketika ditanya soal tidak adanya penyekatan. Dia mengaku, saat ini masih menggelar rapat.
”Saya masih vidcon (video conference),” kata Ganis saat dihubungi via WhatsApp.
Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengaku melakukan penyekatan di Suramadu arah Bangkalan dan di Pelabuhan Tanjung Perak. Penyekatan itu digelar untuk mengantisipasi warga yang nekat toron.
Kabag Ops Pol Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Eko Nur Wahyudiono menjelaskan, penyekatan atau pembatasan sudah dilakukan sejak PPKM mikro, yakni sebelum Juli. ”Untuk toron sejak 17–24 Juli itu kita pertebal karena seluruh Indonesia memperketat pembatasan antar daerah,” tegas Eko.
Penyekatan itu dilakukan dengan memeriksa pengendara. Misalnya, kelengkapan surat dari warga ketika akan melintas.
”Kami minta tunjukkan surat SIKM, surat tugas dari perusahaan, dan sertifikat vaksin,” terang Eko.
Pemeriksaan itu, dilaksanakan berdasar sektor pekerjaan. Sebab menurut aturan PPKM darurat, warga yang boleh melintas antardaerah hanya mereka yang bekerja di sektor kritikal dan esensial.
Eko memastikan, penyekatan yang dilakukan sejak 17–24 Juli dilakukan selama 24 jam. Ratusan personel yang bertugas dibagi 3 sif.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
