Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Februari 2022 | 22.48 WIB

Mikroplastik Merusak Ekosistem Kali Surabaya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kandungan mikroplastik masih ditemukan di Kali Surabaya. Temuan itu disebabkan beberapa faktor. Salah satunya, tingginya pencemaran detergen di sungai. Masalah tersebut tak hanya mengancam kualitas air, tetapi juga punahnya ekosistem di Kali Surabaya.

Temuan mikroplastik itu didapat dari penelitian dengan menggunakan sampel ikan di Kali Surabaya. Risetnya dilakukan secara berkala. Yakni, pada November tahun lalu dan awal bulan ini. Hasilnya, sampel yang diambil mengandung mikroplastik.

Penelitian tersebut dilakukan Community of Environment Sustainable (Co.ensis) serta Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton). Sampel diambil di beberapa titik. Salah satunya di Karang Pilang.

”Kami ambil enam ikan secara acak, lalu lihat pencernaannya,” kata Irkham Maulana, peneliti Co.ensis.

Irkham mengungkapkan, dalam pencernaan enam ikan itu terdapat kandungan mikroplastik. Misalnya, fiber, fragmen, filamen, dan granula. ”Ini hasil terakhir penelitian bulan ini dan masih berlangsung,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi menyampaikan, berdasar hasil penelitian November tahun lalu, kandungan mikroplastik fiber paling banyak ditemukan di ikan. Angkanya mencapai 77 persen.

Penelitian saat itu dilakukan di sepanjang Kali Brantas hingga Kali Surabaya. Menurut dia, temuan tersebut disebabkan tingginya kandungan detergen. Termasuk masih adanya sampah plastik yang dibuang ke kali.

Prigi menjelaskan, air detergen bekas cucian juga mengandung mikroplastik seperti fiber dan sejenisnya. ”Detergen melarutkan mikroplastik di baju,” jelasnya.

Nah, mikroplastik ini kemudian masuk ke tubuh ikan. Prigi menyatakan bahwa pencemaran detergen juga mengakibatkan kandungan fosfat dan klorin tinggi. Dampaknya, kadar oksigen di air menurun. Ekosistem di Kali Surabaya pun bisa punah. Seperti halnya beberapa populasi ikan yang mulai hilang. Sebab, ikan butuh 3 miligram per liter kandungan oksigen.

Bukan hanya itu, kondisi tersebut otomatis membuat kualitas bahan baku air PDAM menurun. Karena itu, penanganan dari hulu ke hilir harus dilakukan setiap stakeholder. Dengan demikian, kualitas air di Kali Surabaya bisa tetap terjaga. Termasuk ekosistem di dalamnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore