
Photo
JawaPos.com - Kandungan mikroplastik masih ditemukan di Kali Surabaya. Temuan itu disebabkan beberapa faktor. Salah satunya, tingginya pencemaran detergen di sungai. Masalah tersebut tak hanya mengancam kualitas air, tetapi juga punahnya ekosistem di Kali Surabaya.
Temuan mikroplastik itu didapat dari penelitian dengan menggunakan sampel ikan di Kali Surabaya. Risetnya dilakukan secara berkala. Yakni, pada November tahun lalu dan awal bulan ini. Hasilnya, sampel yang diambil mengandung mikroplastik.
Penelitian tersebut dilakukan Community of Environment Sustainable (Co.ensis) serta Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton). Sampel diambil di beberapa titik. Salah satunya di Karang Pilang.
”Kami ambil enam ikan secara acak, lalu lihat pencernaannya,” kata Irkham Maulana, peneliti Co.ensis.
Irkham mengungkapkan, dalam pencernaan enam ikan itu terdapat kandungan mikroplastik. Misalnya, fiber, fragmen, filamen, dan granula. ”Ini hasil terakhir penelitian bulan ini dan masih berlangsung,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi menyampaikan, berdasar hasil penelitian November tahun lalu, kandungan mikroplastik fiber paling banyak ditemukan di ikan. Angkanya mencapai 77 persen.
Penelitian saat itu dilakukan di sepanjang Kali Brantas hingga Kali Surabaya. Menurut dia, temuan tersebut disebabkan tingginya kandungan detergen. Termasuk masih adanya sampah plastik yang dibuang ke kali.
Prigi menjelaskan, air detergen bekas cucian juga mengandung mikroplastik seperti fiber dan sejenisnya. ”Detergen melarutkan mikroplastik di baju,” jelasnya.
Nah, mikroplastik ini kemudian masuk ke tubuh ikan. Prigi menyatakan bahwa pencemaran detergen juga mengakibatkan kandungan fosfat dan klorin tinggi. Dampaknya, kadar oksigen di air menurun. Ekosistem di Kali Surabaya pun bisa punah. Seperti halnya beberapa populasi ikan yang mulai hilang. Sebab, ikan butuh 3 miligram per liter kandungan oksigen.
Bukan hanya itu, kondisi tersebut otomatis membuat kualitas bahan baku air PDAM menurun. Karena itu, penanganan dari hulu ke hilir harus dilakukan setiap stakeholder. Dengan demikian, kualitas air di Kali Surabaya bisa tetap terjaga. Termasuk ekosistem di dalamnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
