
Ilustrasi TPS. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com – Jelang hari pemungutan suara atau pencoblosan Pilkada serentak 2024, Bawaslu Kota Surabaya telah memetakan kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Hasilnya, ada sebanyak 1.156 TPS atau lebih dari sepertiga dari total 3.394 TPS di Surabaya yang dianggap rawan. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Surabaya, Syafiudin.
"Pemetaan TPS Rawan dilakukan oleh 153 Pengawas Kelurahan selama 6 hari pada 10 November 2024 sampai dengan 15 November 2024," ujar Syafiudin.
Pemetaan kerawanan, lanjut dia, dilakukan dalam 8 variabel dan 26 indikator. Berdasarkan pemetaan dari 3.964 TPS yang tersebar di 153 Kelurahan, serta 31 Kecamatan di Kota Surabaya.
Dari 1.156 TPS yang dianggap rawan, Syafiudin menyebut ada 265 TPS yang terdapat pemilih DPT tidak memenuhi syarat. Kemudian di 203 TPS, terdapat Pemilih Tambahan (DPTb).
Di 81 TPS, terdapat Potensi DPK atau pemilih memenuhi syarat, namun tidak terdaftar di DPT. Sedangkan di 94 TPS, terdapat penyelenggara pemilihan yang merupakan pemilih di luar domisili TPS tempatnya bertugas.
"Di 311 TPS, terdapat pemilih disabilitas yang terdaftar pada DPT di TPS, dan 17 TPS yang terdapat riwayat pemungutan suara ulang (PSU), 2 TPS memiliki riwayat terjadi kekerasan," tambah Syafiudin.
Bawaslu juga mencatat ada 5 TPS yang memiliki riwayat terjadi intimidasi kepada penyelenggara pemilihan. Juga 1 TPS yang pernah ada penolakan penyelenggaraan pemungutan suara, serta 11 TPS dengan riwayat praktik politik uang.
3 TPS di Surabaya juga tercatat memiliki riwayat petugas KPPS yang ikut berkampanye. Lalu di 3 TPS lainnya, ada riwayat ASN, TNI/Polri, dan perangkat kelurahan melakukan kegiatan yang condong ke salah satu paslon.
Di 4 TPS, ada riwayat logistik pemungutan dan penghitungan suara rusak. Lalu 19 TPS memiliki riwayat kekurangan dan kelebihan logistik, 4 TPS riwayat terlambat distribusi logistik, dan 2 TPS sulit dijangkau.
"11 TPS didirikan di wilayah rawan konflik, 12 TPS rawan bencana, 3 TPS di lokasi khusus, 52 TPS dekat lembaga pendidikan yang siswanya berpotensi memiliki hak pilih," tutur Komisioner Bawaslu Surabaya itu.
Syafiudin menambahkan, Bawaslu juga mencatat 11 TPS terkendala jaringan internet, 11 TPS lainnya terkendala kendala aliran listrik. 17 TPS ada di dekat wilayah kerja, dan 13 TPS dekat rumah atau posko tim kampanye pasangan calon.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022