
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi buka suara soal desakan pembubaran Ormas Madas yang menguat pasca Kasus Nenek Elina. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Desakan pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Madura Asli Sedarah (Ormas Madas) menguat pasca kasus Nenek Elina Widjajanti. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun angkat bicara menanggapi tuntutan warga tersebut.
"Kita masih tunggu (hasil penyelidikan kasus pengusiran paksa Nenek Elina) dari kepolisian. Jika terbukti (Ormas Madas terlibat), maka langsung kita rekomendasikan bersama (untuk dibubarkan)," tutur Eri, Sabtu (10/1).
Ia mengatakan bahwa menurut UU Nomor 16 Tahun 2017, pembubaran Ormas adalah wewenang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Polri, dan Kementerian Hukum (Kemenkumham).
"Tolong dipelajari, yang bisa membubarkan (Ormas) adalah Kemendagri, Kepolisian, Kemenkum, yang ketika pembubaran Ormas itu dilakukan," imbuh orang nomor satu di Kota Surabaya tersebut.
Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembubaran ormas tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlu penelusuran lebih lanjut apakah ormas tersebut memang mengganggu ketertiban umum dan melakukan pelanggaran berat lainnya.
"Apakah ormas itu, ketika melakukan penindakan atau kegiatannya diluar ketertiban umum, yang dinyatakan oleh pihak yang berwajib, berarti siapa? Oleh kepolisian," beber Eri Cahyadi.
Apabila terbukti melakukan pelanggaran berat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan langsung membuat rekomendasi ke Kementerian agar ormas yang bersangkutan dibubarkan.
"Negara kita negara hukum, saya tidak akan pernah ragu-ragu, tetapi ketika pihak berwajib mengatakan belum, kan nggak mungkin kita memberikan rekomendasi yang salah kepada kementerian," pungkasnya.
Desakan pembubaran Ormas Madas muncul setelah kasus Nenek Elina Widjajanti, yang diusir paksa oleh oknum dari rumahnya di Jalan Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, viral di media sosial.
Kasus bermula saat sekelompok laki-laki tinggi tiba-tiba mendatangi rumah Nenek Elina pada 6 Agustus 2025.
Mereka meminta Elina dan keluarga untuk pergi karena rumah itu diklaim sudah dibeli oleh seseorang bernama Samuel.
Namun, Nenek Elina enggan pergi karena merasa tidak menjual rumah. Alih-alih pergi, sekelompok ormas justru mengusir Nenek Elina secara paksa. Momen pengusiran terekam kamera dan viral di media sosial.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji pun turun langsung melakukan sidak ke rumah Nenek Elina.
Dalam video sidaknya, Armuji beberapa kali menyebut kelompok yang mengusir Nenek Elina secara paksa adalah oknum Madas.
Hal ini menuai berbagai respons warga Surabaya. Banyak dari mereka yang mengecam kehadiran ormas Madas di Kota Pahlawan. Muncul lah desakan agar pemerintah segera membubarkan organisasi tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022