
Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik berhasil meringkus PRP di wilayah Desa Pongangan Kecamatan Manyar. (Istimewa)
JawaPos.com - Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik berhasil meringkus PRP di wilayah Desa Pongangan Kecamatan Manyar. Pemuda 19 tahun itu merupakan salah satu dari 8 gengster kampungan yang terlibat aksi pengeroyokan di wilayah Kecamatan Dukun dan Panceng pada 4 Januari lalu.
Warga asal Benowo Kota Surabaya itu ikut terlibat aksi pemukulan. Bahkan, saat korban tak berdaya, pelaku merampas tas milik korban. "Dibawa kabur oleh pelaku, beserta handphone yang berada di dalamnya," tutur Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan.
Meski demikian, dari pengakuan PRP, handphone tersebut telah diserahkan kepada DVT dan RZL, komplotan gengster lainnya yang masih dalam pencarian. "Dari 8 tersangka, sudah ada 6 yang kami amankan. 2 lainnya masih terus kami kejar," ungkap Alumnus Akpol 2024 itu.
PRP sendiri sempat ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) setelah berulangkali mangkir dari panggilan petugas. Pelariannya berakhir setelah petugas menangkapnya di wilayah tempat kost Desa Pongangan Kecamatan Manyar. "Saya hanya ikut-ikutan konvoi. Tidak ada niat menganiaya korban," ucapnya dihadapan penyidik.
Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menjelaskan bahwa aksi pengeroyokan diinisiasi tersangka Yusrisfan Faharizi alias Somad, 26 tahun asal Kebomas. Dia dibekuk di wilayah Kabupaten Mojokerto. Petugas pun harus mengambil tindakan tegas terukur lantaran melakukan perlawanan. "Berperan sebagai provokator. Saat korban dianiaya, tersangka juga merampas handphone milik para korban," paparnya.
Alumnus Akpol 2015 itu juga telah memberikan sanksi wajib lapor kepada 5 anak di bawah umur. Mereka hanya ikut serta dalam aksi konvoi, namun tidak terlibat dalam aksi penganiayaan. "Menjadi perhatian bagi orang tua agar membatasi aktivitas putra-putrinya pada malam hari," tandasnya.
Somad sendiri mengaku menyesali perbuatannya. Bahkan, dia sempat berdalih tidak sengaja menggasak handphone saat para korban sedang tak berdaya. "Reflek saja, mumpung ada kesempatan," ungkapnya
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022