
Kepala Kanwil Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim menanggapi kenaikan BI Rate ke 5,75 persen dan dampaknya terhadap ekonomi di Jatim. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gejolak ekonomi global mendorong Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut dinilai membawa dampak positif sekaligus tantangan bagi perekonomian Jawa Timur.
Kepala Kanwil Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim mengatakan, kenaikan BI Rate adalah respons terhadap memanasnya ketegangan geopolitik dan kebijakan suku bunga tinggi bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
"Kita melihat risiko ke depan muncul, ada isu stabilitas. Oleh karena itu, BI Rate (suku bunga) dinaikkan menjadi 5,75 persen," tuturnya dalam acara Media Briefing Triwulan II 2026 di OJK Jawa Timur, Surabaya, Rabu (24/6).
Ibrahim menilai kenaikan BI Rate tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga konsekuensi yang perlu diantisipasi. Terlebih, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan hanya berada di kisaran 3 persen.
"Namun kami meyakini inflasi di Jatim maupun nasional masih tetap terjaga pada kisaran target, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen. Stabilitas inflasi ini menjadi modal penting untuk menjaga daya beli masyarakat," imbuhnya.
Pengendalian inflasi, lanjut Ibrahim, bukan hanya menjadi tanggung jawab Bank Indonesia. Upaya tersebut juga dilakukan bersama pemerintah daerah melalui penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Ibrahim menilai tidak semua sektor industri di Jawa Timur terdampak negatif. Sejumlah pelaku usaha justru mampu beradaptasi dengan baik.
Sebagai informasi, nilai tukar dollar terhadap rupiah per hari ini, Rabu (24/6) sudah menembus Rp 17.947,50 rupiah. Anjlok 103 poin atau 0,58 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Salah satu faktor yang membantu dunia usaha adalah penerapan skema Local Currency Transaction (LCT). Transaksi internasional dapat dilakukan menggunakan mata uang lokal tanpa bergantung pada dolar AS.
"Kami mendapat konfirmasi dari dunia usaha bahwa mereka justru merasa terbantu dengan skema LCT karena transaksi dengan mitra luar negeri bisa dilakukan secara langsung tanpa harus mengonversi ke dolar AS," ucap Ibrahim.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
