
Ilustrasi CFD Tunjungan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya buka suara terkait keluhan komunitas Kampoeng Dolanan yang merasa diusir saat menggelar kegiatan edukasi di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Tunjungan, Minggu (11/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irna Pawanti membantah pihaknya melarang kegiatan komunitas tersebut. Menurut dia, Kampoeng Dolanan tetap diperbolehkan beraktivitas, tetapi harus menempati area yang sesuai dengan peruntukannya.
Irna menjelaskan, kegiatan yang dilakukan Kampoeng Dolanan tidak hanya berupa permainan tradisional gratis untuk anak-anak, tetapi juga mencakup aktivitas jual beli yang dikategorikan sebagai kegiatan komersial. Karena itu, komunitas tersebut diarahkan untuk beraktivitas di area yang diperuntukkan bagi kegiatan komersial.
“Dia (Kampoeng Dolanan) itu orang perorangan yang jual mainan tradisional di CFD Tunjungan. Beberapa kali Satpol PP menemui dia menggelar kegiatan di sana yang sifatnya komersial, sehingga dipersilakan masuk ke persil,” kata Irna saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).
Dia menerangkan, Pemkot Surabaya telah mengatur zonasi kegiatan di kawasan CFD, termasuk menentukan lokasi yang diperbolehkan untuk aktivitas perdagangan. Salah satunya di Jalan Genteng Besar yang menjadi area bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan.
Sementara itu, penggunaan area pedestrian untuk kegiatan nonkomersial harus mengantongi izin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya. Irna mencontohkan kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan mahasiswa sebagai aktivitas yang dapat digelar di area tersebut selama memenuhi ketentuan.
Menurut Irna, kegiatan Kampoeng Dolanan berlangsung di area bahu jalan sehingga tidak sesuai dengan peruntukan lokasi. Petugas pun mengarahkan komunitas tersebut untuk berpindah ke area yang diperbolehkan bagi kegiatan komersial.
“Jadi, operasionalnya memasang banner, menjual mainan tradisional, dan badan jalan diberi alas untuk permainan di pedestrian juga. Anak-anak bisa mencoba secara gratis, tetapi mereka juga menawarkan mainan untuk dijual atau dipesan secara daring sehingga tetap masuk kategori komersial,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022