
Foto: Ilustrasi: Google mendukung pembuatan arsitektur chip baru RISC-V. (World Atlas).
JawaPos.com - Google secara resmi mengumumkan bahwa Android akan mendukung arsitektur set instruksi RISC-V. Pengumuman tersebut disampaikan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) RISC-V bulan lalu.
Buat yang masih awam, RISC-V adalah arsitektur Reduced Instruction Set Computer V, sebuah standar terbuka atau open source dan bebas digunakan tanpa biaya lisensi atau royalti. RISC-V ini adalah pesaing arsitektur ARM dan x86, tempat perusahaan dapat membuat chipset, khususnya perusahaan yang ingin membuat prosesor murah atau mengurangi ketergantungan mereka pada desain ARM, Intel atau AMD.
Saat ini, pengembang dapat mengunduh versi Android untuk RISC-V yang sangat terbatas, tetapi tidak mendukung Android Runtime (ART) untuk beban kerja bahasa pemrograman Java. Sebagian besar aplikasi Android dikirimkan dalam kode Java, artinya saat ini, hampir tidak ada aplikasi yang mendukung RISC-V di Android.
Dilansir via ArsTechnica, Google mengatakan kalau dukungan emulator resmi akan segera hadir, sementara dukungan ART akan tiba sekitar kuartal satu 2023 ini. Dukungan ART akan menerjemahkan Java untuk RISC-V sehingga sebagian besar aplikasi Android bisa bekerja tanpa upaya ekstra dari pengembang.
Dukungan arsitektur chip baru oleh Google memang bukan tanpa alasan. ARM dinilai berkinerja buruk selama beberapa tahun terakhir, terlebih pemilik ARM Softbank, memasang tanda "untuk dijual" di perusahaan chip seluler terbesar di dunia dan mulai mengadakan rapat penjualan.
Alasan lain untuk menghentikan ARM adalah perang dagang AS-Tiongkok , khususnya bahwa perusahaan Tiongkok (dan pemerintah Tiongkok) sangat ingin menjauhkan diri dari teknologi Barat. Tahun 2019 dan 2020 melihat pemerintah AS secara sistematis menghancurkan salah satu perusahaan teknologi terbesar Tiongkok yakni Huawei, dengan sanksi perdagangan.
Salah satu senjata terbesar yang digunakan adalah ARM, yang terpaksa memutuskan hubungannya dengan Huawei selama beberapa bulan. ARM secara teknis sebuah perusahaan Inggris di bawah kepemilikan perusahaan investasi Jepang awalnya memutuskan desainnya tunduk pada hukum ekspor AS namun kemudian berubah pikiran.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
