
Ilustrasi keamanan siber/(Freepik)
JawaPos.com - Meningkatnya kasus penipuan digital di tengah pesatnya adopsi layanan keuangan mendorong pelaku industri memperkuat sistem keamanan.
Dalam forum global Money20/20 Asia 2026 di Bangkok, isu penguatan identitas digital dan pendekatan pertahanan berlapis mengemuka sebagai strategi penting untuk melindungi konsumen sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem fintech di Asia.
Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, memaparkan bagaimana taktik kejahatan siber kian berkembang secara kompleks, sekaligus menyoroti langkah-langkah strategis yang perlu diambil oleh pelaku industri fintech di Asia untuk mengantisipasi ancaman tersebut.
"Kita semua menyadari bahwa scam semakin marak terjadi di seluruh dunia dengan beragam modus yang terus berkembang. Edukasi saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan ini. Perlu diimbangi dengan penguatan infrastruktur serta ekosistem hukum yang mampu melindungi konsumen dan meningkatkan standar keamanan," ujar Niki dalam keterangannya, dikutip Selasa (28/4).
Menurut dia, penguatan infrastruktur menjadi fondasi penting bagi pelaku fintech. Niki meyakini bahwa penerapan multi-layered defense sangat diperlukan untuk menghadapi modus penipuan digital yang semakin canggih.
"Seperti pada abad pertengahan, ketika membangun sebuah kastel, sistem pertahanan dirancang berlapis untuk melindungi dari serangan musuh. Pendekatan serupa juga perlu diterapkan dalam membangun keamanan di industri fintech," tambah Niki.
Dirinya lalu membagikan empat lapisan dan langkah strategis yang dapat diterapkan oleh pelaku fintech untuk mengoptimalkan sistem keamanan mereka. Pertama, verifikasi individu dengan pemanfaatan teknologi biometrik yang didukung pengaman tambahan.
Kedua, verifikasi perangkat. Aspek ini kerap terlewatkan, padahal jika diantisipasi dapat membantu memperkuat sistem keamanan.
Padahal, penting untuk memastikan bahwa sumber kamera dan biometrik wajah yang digunakan benar-benar autentik dan tidak dimanipulasi.
Ketiga, verifikasi identitas. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa identitas yang digunakan telah terdaftar dalam database pemerintahan setempat, termasuk kesesuaian dengan dokumen identitas fisik yang dimiliki.
Keempat yakni pemanfaatan teknologi berbasis Al. Integrasi Al dalam setiap lapisan keamanan memungkinkan pelaku fintech untuk mendeteksi anomali secara lebih akurat dan adaptif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022