
Ilustrasi perlindungan data pribadi. (ZDNet)
JawaPos.com–Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan pentingnya penerapan perlindungan anak dalam ekosistem perdagangan digital sejak tahap awal pengembangan platform e-commerce. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ruang transaksi digital yang lebih aman bagi anak-anak.
Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa Kemendag Dwinantoro Rumpoko mengatakan, konsep child-safe digital commerce perlu diterapkan melalui pendekatan safety by design atau perlindungan sejak tahap perancangan sistem.
”Child-safe digital commerce (perdagangan digital yang aman bagi anak) ini harus aman sejak didesain, bukan hanya reaktif setelah terjadi masalah,” kata Dwinantoro dalam sebuah diskusi di Jakarta, dikutip dari Antara Jumat (8/5).
Menurut dia, prinsip tersebut harus diterapkan di berbagai aspek platform digital, mulai dari tampilan aplikasi, proses transaksi, sistem pembayaran, iklan, hingga mekanisme pengaduan. Dengan demikian, perlindungan terhadap anak tidak hanya dilakukan setelah muncul persoalan.
Dwinantoro mengungkapkan, masih terdapat sejumlah risiko yang mengintai anak-anak di ruang e-commerce. Salah satunya adalah mudahnya akses terhadap produk yang sebenarnya tidak sesuai dengan kategori usia mereka. Selain itu, transaksi berulang tanpa persetujuan orang tua juga menjadi perhatian.
Dia menambahkan, pengaruh iklan dan algoritma digital turut mendorong anak-anak melakukan pembelian secara impulsif. ”Ada iklan dan algoritma yang mempromosikan barang fesyen sehingga anak ini merasa bahwa mereka itu sesuai produknya dengan yang mereka inginkan. Mereka masih belum bisa membedakan mana kebutuhan, mana keinginan,” ujar Dwinantoro Rumpoko.
Kemendag juga menyoroti ancaman penyalahgunaan data pribadi anak. Data tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan untuk proses profiling yang kemudian digunakan dalam penargetan iklan digital.
”Data pribadi anak yang bisa di-profiling, penggunaan data untuk iklan, dan pengelolaan data anak yang belum sepenuhnya dipahami oleh keluarga. Ini sangat berbahaya ketika data-data pribadi anak itu bisa tersebar ke luar,” papar Dwinantoro Rumpoko.
Lebih lanjut, Dwinantoro menegaskan perlindungan anak di sektor perdagangan digital tidak dapat dilakukan satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, pengelola platform, pelaku usaha, dan juga keluarga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Terlalu Digdaya di AFAS Stadion
Prediksi Skor Wofoo Tai Po vs Lion City Sailors di ACL Two: Tim Singapura Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Sparta Prague vs Lillestrom: Železná Sparta Siap Menang Telak di epet ARENA
Prediksi Skor Gangwon FC vs Phnom Penh Crown: Misi Tuan Rumah Raih Kemenangan Perdana di ACL Two
Prediksi Skor BG Pathum United vs Adelaide United: The Rabbits Waspadai Ketajaman Wakil Australia
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Diunggulkan
Prediksi Skor Tampines Rovers vs Machida Zelvia: Wakil Jepang Berpeluang Curi Tiga Poin di Singapura
Prediksi Skor Celje vs Omonia: The Shamrock Jaga Mimpi Lolos ke 32 Besar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022