Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juni 2026 | 13.00 WIB

Dari Nvidia hingga Google, Raksasa Teknologi Global Berlomba Kembangkan Komputer Otonom Berbasis AI

Ilustrasi komputasi otonom berbasis agen AI (Pexels) - Image

Ilustrasi komputasi otonom berbasis agen AI (Pexels)

JawaPos.com - Gelombang baru dalam industri teknologi global mulai bergeser dari sekadar kecerdasan buatan yang bersifat responsif menuju sistem komputasi yang mampu bertindak secara mandiri. Nvidia, Microsoft, Google, dan sejumlah perusahaan teknologi besar kini berada dalam perlombaan untuk membangun komputer otonom berbasis agen AI yang dapat mengeksekusi tugas tanpa instruksi berulang dari pengguna.

Selama lebih dari satu dekade, upaya menghadirkan asisten digital seperti Siri dan Alexa belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Sebagian besar hanya digunakan untuk fungsi sederhana seperti mengatur alarm atau memutar musik. Namun, perkembangan model bahasa besar (large language models/LLM) sejak akhir 2022 mengubah arah pengembangan tersebut secara signifikan.

Melansir dari CNN, Kamis (4/6/2026), Bob O'Donnell, pendiri sekaligus kepala analis Technalysis Research, menilai arah teknologi ini bergerak menuju penyederhanaan interaksi manusia dengan komputer.

"Tujuannya pada akhirnya adalah mencari tahu bagaimana seseorang cukup mengatakan kepada komputer apa yang ingin dikerjakan, lalu komputer tersebut melakukannya sendiri," ujarnya.

Perubahan ini mendorong transformasi besar di sisi perangkat keras dan perangkat lunak. Nvidia dan Microsoft menjadi dua pemain yang paling agresif dalam mengembangkan ekosistem komputasi otonom. 

Nvidia pada 1 Juni memperkenalkan cip laptop Windows bernama RTX Spark yang dirancang untuk menjalankan agen AI secara lokal tanpa bergantung pada komputasi awan. Cip tersebut menggabungkan kemampuan grafis, komputasi, dan jaringan dengan kapasitas memori lebih besar dibanding laptop konvensional. Dell, HP, dan Lenovo disebut akan merilis perangkat berbasis teknologi ini pada paruh akhir tahun ini.

Di sisi lain, Google juga mengembangkan pendekatan serupa melalui perangkat Chromebook generasi baru yang mampu memberikan rekomendasi tindakan berbasis konteks. Sistem ini, misalnya, dapat menyarankan pembuatan jadwal rapat ketika pengguna mengarahkan kursor ke tanggal tertentu dalam email, tanpa perlu perintah eksplisit.

Arah pengembangan ini tidak terlepas dari dampak kemunculan ChatGPT pada akhir 2022 yang mempercepat adopsi LLM secara global. Jika sebelumnya asisten digital hanya mampu menyelesaikan satu tugas dalam satu waktu, kini agen AI mulai dirancang untuk menangani rangkaian pekerjaan kompleks sekaligus memahami preferensi pengguna.

Salah satu contoh yang mencerminkan perubahan ini adalah OpenClaw, agen AI yang banyak digunakan pengembang perangkat lunak. Sistem tersebut mampu menjalankan program, melakukan riset, dan menyelesaikan tugas tanpa instruksi terus-menerus, bahkan memungkinkan pengguna memantau progres melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Telegram.

Perubahan ini juga mulai terlihat dalam perilaku kerja di industri teknologi. Bloomberg dan The Wall Street Journal menyebutkan sebagian pekerja kini mulai menggunakan perintah suara kepada agen AI dibanding mengetik secara manual.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore