
Mark Zuckerberg, CEO Meta (Wired)
JawaPos.com - Perusahaan teknologi Meta kembali menjadi sorotan setelah menghapus sistem pengenalan wajah yang belum dirilis dari aplikasi pendamping kacamata pintarnya. Penghapusan ini menyusul temuan bahwa fitur tersebut sempat tertanam secara tersembunyi dalam perangkat lunak yang telah terpasang di puluhan juta ponsel pengguna, memicu perhatian terhadap praktik pengembangan fitur biometrik perusahaan.
Sistem internal yang disebut NameTag itu sebelumnya ditemukan berada dalam aplikasi Meta AI yang terhubung dengan perangkat kacamata pintar. Teknologi ini dirancang untuk mengidentifikasi wajah melalui pemindaian biometrik, lalu mencocokkannya dengan basis data pengguna, meskipun belum pernah diaktifkan secara publik.
Perusahaan kemudian menghapus seluruh komponen kode yang berkaitan dengan sistem tersebut. Dilansir dari WIRED, Selasa (9/6/2026), versi terbaru aplikasi itu telah "menghapus komponen perangkat lunak yang belum diaktifkan yang sebelumnya berfungsi untuk mendukung sistem internal NameTag." Sistem tersebut sebelumnya ditemukan tertanam dalam aplikasi yang telah diunduh lebih dari 50 juta perangkat.
Baca Juga:Zuckerberg Bertaruh Miliar Dolar AS pada Alexandr Wang untuk Mengejar Ketertinggalan AI Meta
Juru bicara Meta, Andy Stone, menyatakan bahwa fitur tersebut masih berada pada tahap eksplorasi. Dia mengatakan kepada WIRED, "Belum ada keputusan final yang dibuat mengenai hal ini, jika memang akan dilakukan sama sekali."
Namun, penjelasan tersebut tidak meredakan kritik. Kepala teknologi Meta, Andrew Bosworth, sebelumnya merespons laporan itu dengan menyebut pemberitaan WIRED "sangat menyesatkan" dan "sepenuhnya tidak jujur", seraya menegaskan bahwa perusahaan belum meluncurkan fitur tersebut secara resmi.
Di sisi lain, sistem NameTag sendiri dirancang untuk mengubah wajah yang tertangkap kamera menjadi faceprints atau tanda biometrik unik, lalu mencocokkannya dengan data yang tersimpan di perangkat pengguna. WIRED juga menemukan bahwa wajah yang tidak berhasil dikenali akan dipangkas dari gambar, diindeks, dan disimpan secara lokal di perangkat untuk pemrosesan lanjutan.
Sebelumnya, laporan The New York Times pada Februari mengungkap bahwa Meta telah mengembangkan teknologi ini berdasarkan dokumen internal, bahkan sempat mempertimbangkan peluncuran dalam waktu dekat. Salah satu memo internal Meta menyebut strategi peluncuran dilakukan di tengah "lingkungan politik yang dinamis", ketika perhatian publik terhadap isu privasi dinilai sedang terpecah.
Sementara itu, dalam perkembangan terbaru, Meta juga menghapus hampir seluruh jejak teknis NameTag dari aplikasi Meta AI, termasuk pustaka kode pengenalan wajah serta sistem notifikasi "orang yang teridentifikasi" yang sebelumnya disiapkan untuk pengguna. Namun, beberapa bagian kecil seperti menu debug internal masih ditemukan dalam versi terbaru aplikasi tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kade Crockford dari program Technology for Liberty di American Civil Liberties Union (ACLU) Massachusetts menilai bahwa langkah penghapusan itu tidak menghapus persoalan utama. Ia menegaskan bahwa keputusan awal untuk memasukkan kode tersebut sudah cukup mengkhawatirkan dan menunjukkan lemahnya perlindungan privasi konsumen.
"Manuver Meta yang diam-diam menyisipkan kode pengenalan wajah ke dalam kacamata pintarnya menunjukkan dengan jelas mengapa undang-undang perlindungan data harus memiliki mekanisme penegakan yang kuat," ujar Crockford.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
