
Logo Alibaba dan aplikasi model AI Qwen (Global Times)
JawaPos.com - Model kecerdasan buatan (AI) Tiongkok semakin banyak digunakan pengembang di luar negeri. Alibaba Qwen, DeepSeek, Kimi milik Moonshot AI, Zhipu AI, dan MiniMax terus memperluas jangkauan global meski Amerika Serikat menerapkan pembatasan ekspor teknologi.
Dalam enam bulan terakhir, Qwen, model AI open-source yang dapat digunakan dan dikembangkan secara terbuka, mencatat lebih dari 3 miliar unduhan secara global. Laporan Hugging Face pada 14 Agustus menunjukkan model open-source Google meraih 418 juta unduhan, sedangkan model Meta 227 juta. Qwen menjadi model open-source yang paling banyak diunduh di platform tersebut.
Dilansir dari Global Times, Senin (17/8/2026), Tian Feng, mantan dekan SenseTime Intelligence Industry Research Institute, mengatakan, "Angka tersebut memperlihatkan percepatan adopsi model open-source Tiongkok." Perkembangan tersebut tercermin dari langkah Alibaba yang telah membuka lebih dari 460 model Qwen, dengan lebih dari 300.000 model turunan dibangun di atasnya.
Hugging Face bahkan menyebut Qwen sebagai "salah satu fondasi terbesar dalam ekosistem AI model terbuka" dan mengatakan Qwen "telah tertanam dalam alur kerja standar pengembang ketika menentukan model yang akan disempurnakan dan diterapkan."
Model terbuka dapat diunduh dan disesuaikan melalui fine-tuning untuk menjadi dasar produk AI baru. Hugging Face juga mencatat bahwa hampir setiap bulan pada 2026, model open-source terbesar dan berkinerja tertinggi dari laboratorium Tiongkok memiliki skala lebih besar daripada model Amerika, dengan rentang 754 miliar hingga 2,78 triliun parameter, sementara batas Amerika berada di bawah 130 miliar parameter dalam lima dari tujuh bulan yang diteliti.
Dari sisi adopsi, strategi menyediakan model yang relatif murah dan mudah disesuaikan menjadi keunggulan Qwen. CEO Airbnb Brian Chesky mengatakan perusahaannya "mengandalkan banyak" model Qwen untuk agen layanan pelanggan dan menilainya "sangat bagus serta cepat dan murah." Airbnb menggunakan 13 model AI, termasuk dari OpenAI, Alibaba, dan Google.
Ketua Alibaba Joe Tsai sebelumnya mengatakan pemenang perlombaan AI akan ditentukan oleh "siapa yang dapat mengadopsinya lebih cepat", bukan "siapa yang menghasilkan model AI terkuat." Pernyataan itu memperlihatkan bahwa persaingan AI semakin berkaitan dengan biaya, kemampuan adaptasi, dan luasnya penggunaan, bukan hanya performa model.
Perkembangan tersebut juga diperkuat peluncuran model lain dari Tiongkok. Zhipu AI merilis GLM-5.3, DeepSeek meluncurkan Harness untuk membantu model berinteraksi dengan repositori kode, sedangkan Moonshot AI membuka penuh Kimi K3 dengan total 2,8 triliun parameter. Meta dan Nvidia juga kembali merilis model open-source untuk mempertahankan posisi dalam ekosistem pengembang.
Sementara itu, penggunaan AI global mencapai 69 triliun token pada 3–9 Agustus, naik 21,48 persen secara mingguan, menurut perhitungan National Business Daily berbasis data OpenRouter. Model Tiongkok menyumbang 34,25 triliun token, naik 21,76 persen, dan mengungguli model Amerika selama 15 pekan berturut-turut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022