JawaPos.com - Kebakaran melanda lantai tiga Toko Hamzah Batik Malioboro di Jalan Margo Mulyo, Gondomanan, Kota Jogja, pada Senin (28/9) dini hari.
Meski tidak ada korban jiwa, insiden yang dipicu suara letupan saat perbaikan fasilitas ini memaksa operasional toko ditutup sementara waktu.
Melalui pernyataan resminya di media sosial, manajemen Hamzah Batik Malioboro menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan dan masyarakat yang membantu proses pemadaman di lapangan.
Baca Juga: 4 Daerah Ini Mulai Uji Coba Sistem Rujukan BPJS Berbasis Kompetensi, Tak Lagi Berjenjang
Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa seluruh agenda event, pertunjukan seni, dan operasional toko ditangguhkan untuk sementara waktu.
"Atas kondisi yang terjadi, untuk sementara waktu operasional Hamzah Batik Malioboro ditutup hingga batas waktu yang belum dapat kami tentukan," tulis manajemen dalam pernyataan resminya.
Pihak toko juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para pelanggan, mitra, vendor, pengisi acara, dan komunitas yang terdampak oleh pembatalan agenda ini. Saat ini, manajemen berfokus pada penanganan kondisi pascakebakaran.
Awal Mula Letupan Api di Lantai Tiga
Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung ASN Ngantor di Balai RW: Warga Lebih Cepat Dilayani
Saksi di lokasi kejadian pertama kali menyadari munculnya percikan api saat tengah melakukan perbaikan fasilitas bangunan.
Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, menjelaskan bahwa saksi dan rekannya mendengarkan suara aneh dari lantai atas sebelum api membesar.
"Saksi bersama rekannya tengah melakukan perbaikan kamar mandi di lantai tiga. Namun tiba-tiba mendengar suara letupan seperti benda terbakar," kata Dani.
Melihat kobaran yang mulai meluas, saksi bersama petugas keamanan toko sempat mencoba menjinakkan si jago merah secara mandiri menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, laju penyeberan api berlangsung sangat cepat.
"Karena kobaran api cepat membesar, petugas keamanan langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Jogja serta Polsek Gondomanan," ujar Dani.
Pengerahan Belasan Armada dan Penyelidikan Kepolisian
Baca Juga: Ibunda Ferdy Sambo Meninggal di Makassar, Kuasa Hukum: Sambo Tak Hadiri Pemakaman
Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh petugas gabungan dari dinas pemadam kebakaran, kepolisian, dan TNI. Tim merapat ke lokasi untuk mengisolasi kobaran api agar tidak merambat ke area bangunan.
Upaya pemadaman dilakukan secara intensif dengan mengerahkan total 14 unit kendaraan darurat. Armada tersebut terdiri atas 12 unit mobil pemadam kebakaran, satu unit water cannon milik Polresta Jogja, serta satu unit truk pemadam dari unsur TNI.
Amukan si jago merah berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 04.45 WIB. Setelah itu, petugas langsung melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik bara api susulan.
Baca Juga: 24 Tahun CFD Jakarta, Jawab Tantangan Persoalan Kota dari Kemacetan hingga Kualitas Udara
Mengenai pemicu pasti musibah ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman di lokasi.
"Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," tegas Dani.