← Beranda
Satu dari Lima Diagnosis Kanker Diperkirakan Tergolong Langka, Butuh Keahlian Khusus
Latu Ratri Mubyarsah• Senin, 12 Oktober 2026 | 15.01 WIB
Ilustrasi pemindaian kanker menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). (The Guardian)

 

JawaPos.com - Sekitar satu dari lima diagnosis kanker diperkirakan tergolong kanker langka berdasar riset di Amerika Serikat.

Pasien dengan jenis kanker ini menghadapi tantangan dalam memperoleh diagnosis yang akurat, mengakses dokter spesialis, hingga mendapatkan pengobatan yang tepat.

Kanker langka mencakup berbagai jenis penyakit, mulai dari keganasan hematologi dan limfoma, sarkoma, kanker kulit yang jarang terjadi, tumor neuroendokrin (neuroendocrine tumours/NET), hingga kanker otak.

Baca Juga: BRIN Temukan Hubungan Vape dengan Diabetes, namun Penelitian Luar Negeri Ungkap Hal Lain

Penanganannya membutuhkan penilaian spesialis untuk memastikan jenis dan subtipe tumor secara presisi serta menentukan perencanaan terapi yang sesuai.

Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Pathology pada Februari 2026 menemukan bahwa lima studi yang ditelaah melaporkan perbedaan signifikan antara diagnosis awal dan pendapat kedua (second opinion) dokter ahli pada lebih dari 20 persen kasus sarkoma yang diteliti.

Perbedaan tersebut berdampak terhadap penanganan maupun prognosis pasien.

Baca Juga: Perempuan Jepang Makin Jarang Olahraga, Kebugaran Usia 30-an Turun 3,7 Persen dalam 24 Tahun

Temuan itu berasal dari populasi studi internasional tertentu dan tidak mencerminkan angka kesalahan diagnosis di Indonesia maupun hasil klinis suatu pusat layanan tertentu.

Senior Consultant Medical Oncologist di OncoCare Dr. Kevin Tay mengatakan, kanker langka termasuk jenis kanker yang paling menantang untuk didiagnosis dan ditangani.

”Kanker langka termasuk jenis kanker yang paling menantang untuk didiagnosis dan ditangani. Pasien kerap merasa cemas dan sendiri saat menghadapi kondisi medis yang jarang ditemui banyak orang,” ujar Kevin.

Menurut dia, penggabungan keahlian para spesialis dan jejaring multidisiplin dapat membantu proses penegakan diagnosis serta perumusan pendekatan terapi.

”Dengan menyatukan para spesialis kanker langka, kami dapat memanfaatkan pengalaman kolektif serta jejaring multidisiplin yang luas untuk membantu menegakkan diagnosis dan merumuskan pendekatan terapi yang tepat. Dengan begitu, pasien menyadari bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” lanjut Kevin Tay.

Untuk mempermudah akses terhadap dokter dengan keahlian yang sesuai, Tamarind Health meluncurkan Rare Cancer Centre pada 30 September 2026.

Baca Juga: Pria Mulai Melirik Klinik Kecantikan, Dokter Ungkap Bedanya Perawatan Kulit Laki-laki dan Perempuan

Pusat layanan tersebut menghimpun sembilan dokter spesialis onkologi dari jaringan Tamarind Health.

Pasien, pendamping pasien, dan dokter perujuk dapat menggunakan satu jalur kontak untuk mencari informasi mengenai kanker langka dan menjajaki dokter spesialis yang sesuai dengan jenis kanker yang dihadapi.

Layanan ini juga didukung kolaborasi lintas disiplin dari jaringan Tamarind Health apabila dibutuhkan.

Baca Juga: Tak Ingin Wajah Berubah Drastis usai Treatment? Ini Saran Dokter Kecantikan

Bagi pasien Indonesia yang mempertimbangkan perawatan di Singapura, Rare Cancer Centre menyediakan jalur untuk berkonsultasi atau merujuk kasus kanker langka dan kompleks.

Selain layanan bagi pasien, Tamarind Health juga mengadakan kegiatan berbagi pengetahuan untuk tenaga kesehatan regional.

Dr. Richard Quek, Dr. Angela Pang, dan Dr. Valerie memandu webinar mengenai sarkoma untuk berbagi pengetahuan spesialistik dan pengalaman klinis.

Baca Juga: Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud Aman? Ini Penjelasan Medisnya

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah