← Beranda
Kericuhan Pecah di Gerbang Pancasila DPR, Aksi Bakar Ban Mahasiswa Berujung Pelemparan!
Ryandi Zahdomo• Selasa, 16 Juni 2026 | 00.40 WIB
Demo mahasiswa di Gerbang Pancasila DPR RI ricuh Senin (15/6) sore. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aksi demonstrasi mahasiswa di Gerbang Pancasila, Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, berlangsung tegang dan sempat memanas, Senin (25/6) sore. Situasi yang semula damai mendadak ricuh setelah massa melakukan aksi bakar ban bekas dan sejumlah atribut aksi di depan gerbang utama.

Ketegangan makin memuncak saat pihak kepolisian dari dalam kompleks Parlemen mencoba mengambil tindakan tegas untuk mengendalikan situasi.

Awalnya, massa mahasiswa berkumpul untuk menyuarakan aspirasi mereka di belakang Gedung DPR RI. Namun, situasi mulai tidak kondusif saat api dari bakaran ban mulai membesar. Petugas kepolisian yang bersiaga di balik pagar kemudian berinisiatif memadamkan api tersebut demi keamanan.

Baca Juga: Megawati Soroti Demo Mahasiswa, Pertanyakan Penyekatan oleh Aparat saat Aksi Unjuk Rasa

Ketegangan di Gerbang Pancasila DPR RI

Massa yang terprovokasi akibat penyemprotan APAR mulai melemparkan berbagai benda ke dalam halaman gedung DPR RI. Mulai dari botol kemasan, pipa, dan barang lainnya mereka lemparkan. Sejumlah mahasiswa juga mulai menggoyang-goyang pagar besi Gerbang Pancasila secara histeris, mencoba merobohkannya agar bisa merangsek masuk.

Aparat kepolisian tetap bertahan di posisinya sambil terus berupaya meredam kobaran api yang kembali dinyalakan oleh demonstran. Gesekan fisik untungnya dapat dihindari karena terhalang pagar pembatas yang cukup kokoh.

Situasi Terkini di Depan Gedung DPR MPR

Baca Juga: Istana Paparkan Solusi Pemerintah Kembalikan Kepercayaan Publik di Tengah Gelombang Demonstrasi Mahasiswa

Meskipun sempat ditenangkan, konflik kecil kembali terjadi beberapa kali di titik yang sama. Setelah api padam oleh aparat kepolisian masa kembali menyalahkan api namun tak berselang lama api tersebut kembali dipadamkan oleh aparat kepolisian.

Tak berselang lama, mahasiswa kembali mendinginkan kepala mereka. Mereka kemudian melakukan konsolidasi hingga akhirnya mereka memilih membubarkan diri pukul 17.30 WIB.

5.955 Personel Gabungan Jaga Demonstran
Sebelumnya diberitakan, gelombang aksi unjuk rasa kembali digelar di Jakarta hari ini, Senin (15/6). Sebanyak 5.955 personel gabungan langsung dikerahkan ke sejumlah titik strategis di wilayah Jakarta Pusat.

Adapun, elemen massa yang turun antara lain Aliansi PERISAI dan Cipayung Jakarta Barat, PC PMII Jakarta Barat, GMNI Jakarta Barat, FMN, APWKS, AGRA, SPP, FAM UI, HMI Esa Unggul dan BEM Trisakti.

Petugas gabungan disebar di tiga lokasi utama yang menjadi pusat konsentrasi massa. Yakni, area Silang Selatan Monas, gedung DPR-MPR RI dan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Pengamanan berskala besar ini diambil guna memastikan situasi di lapangan tetap kondusif sekaligus menjamin arus lalu lintas tetap bergerak di tengah penyampaian aspirasi masyarakat.

Penjagaan dilibatkan dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, BKO TNI, hingga unsur Pemerintah Daerah (Pemda).

Baca Juga: Pergaulan Bebas Picu Tingginya Dispensasi Kawin di Kabupaten Gresik

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan, kehadiran ribuan personel ini murni sebagai bentuk pelayanan demi menjaga keamanan bersama. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk menghormati hak setiap warga negara dalam menyuarakan pendapatnya.

"Kami menyiapkan personel untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan," ujar Reynold, Senin (15/6).

Mengantisipasi panasnya situasi di lapangan, Reynold memberikan instruksi tegas kepada seluruh bawahannya agar tetap berkepala dingin. Profesionalitas menjadi harga mati dalam pengawalan unjuk rasa kali ini.

"Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Layani masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur, serta tetap menjaga soliditas dalam pelaksanaan pengamanan," katanya.

Baca Juga: Prediksi Spanyol kontra Tanjung Verde: Ujian Pertama Raja Eropa

Di sisi lain, Kapolres juga menitipkan pesan penting kepada seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat yang turun ke jalan agar tidak menodai aksi dengan tindakan anarkis.

"Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku," jelasnya.

 

EDITOR: Bintang Pradewo