Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Maret 2024, 22.26 WIB

Seni Grafis Mengemban Tugas Penanda Zaman

JARANG ADA: Pajang karya dari komunitas SeniNGrafis di Bilik Komunitas Galeri Nasional Indonesia membawa pesan tentang eksistensi seni grafis kiwari. - Image

JARANG ADA: Pajang karya dari komunitas SeniNGrafis di Bilik Komunitas Galeri Nasional Indonesia membawa pesan tentang eksistensi seni grafis kiwari.

Pajang Karya Sapa Grafis? di Galeri Nasional Indonesia

Seni grafis yang terasingkan ternyata masih diperjuangkan. Masih ada optimisme bahwa seni grafis mampu mengemban tugas sebagai seni penanda zaman semacam poster propaganda era perjuangan kemerdekaan 1945.

PAJANG karya Sapa Grafis? yang digelar komunitas SeniNGrafis ini berlangsung hingga besok (10/3) di Bilik Komunitas, Galeri Nasional, Jakarta. Pameran khusus seni grafis terbilang amat sedikit dalam peta seni Indonesia. Bahkan, dalam setahun barangkali hanya ada satu atau dua pameran.

’’Saya dan kawan-kawan di komunitas itu nguri-nguri seni grafis,” kata kurator Pajang Karya Sapa Grafis? Mayek Prayitno kepada Jawa Pos pekan lalu.

Mayek mengungkapkan, memang seni grafis seakan alien, terasingkan dari dua cabang seni murni lainnya. Yakni, seni lukis dan patung. Seni lukis dan patung itu seakan primadona yang terus hidup. Sedangkan, seni grafis adalah seni yang hampir terlupakan di antara gegap gempita dua saudaranya tersebut.

Padahal, seni grafis sangat mampu untuk menjadi seni berkelas tinggi. Termasuk menjadi penanda zaman dan peradaban bangsa Indonesia. ”Saat era perjuangan kemerdekaan, seni grafis berupa poster menjadi propaganda paling ciamik,” ujar Mayek.

KONSISTEN: Wahyu Suherman termasuk salah seorang seniman yang ambil bagian dari pameran bertajuk Sapa Grafis? Ini.

Hal itu tidak lain karena mudahnya menggandakan poster untuk menggerakkan semangat perjuangan kemerdekaan. Karena itulah, sebenarnya seni grafis harus hidup dan mampu untuk menjadi primadona dalam seni murni. ”Sekarang saya dengar sudah ada kolektor yang gemar dengan seni grafis,” tutur Mayek.

Lebih penting lagi, masyarakat tentunya perlu diperkenalkan kembali dengan seni grafis. Dengan harapan, napas seni grafis itu tidak berhenti. Tidak mati ditelan oleh kejamnya zaman. ’’Maka, kami mengajak semuanya, tentara, karyawan swasta, akademisi, dan nonakademisi untuk bersama belajar seni grafis. Kami buka semacam workshop tiap Senin pukul 10.00 sampai selesai,” ucap Mayek.

Dalam pajang karya itu, terdapat 28 karya seni grafis dari 27 seniman. Di antaranya, Mayek Prayitno, Zamrud Setya Negara, Annisa Fadillah, Arief Eko Saputro, Arif Hidayatullah, Arif Wicaksono, Bambang Arief Ruby, Budi Hartono, Daryagitha Rizal, Denny Sassen, Kokok Suratmoko, Nugrahanto Widodo, Nurina Susanti, Puji Bagio, Radhix A.W., Sri Hardana, Sulung Widya, Taufiq Rachman, dan Wahyu Suherman.

Dalam pajang karya tersebut, karya Mayek berjudul Beban Peradaban, sebuah karya sempalan dari rangkaian karya dengan tema beban peradaban. ”Ini bercerita soal kehidupan yang hasil peradabannya justru menjadi beban tersendiri,” urai finalis The 3rd ASEAN Graphic Arts Competition and Exhibition Vietnam tersebut.

Seri Jahiliyah milik Wahyu Suherman.

Dalam karya itu tergambar sebuah wajah yang pada bagian mata hingga ubun-ubunnya merupakan gedung bertingkat. ”Bisa banyak arti, salah satunya populasi manusia meningkat yang kemudian menjadi beban. Akhirnya, dikurangi dengan adanya perang, baik perang dengan senjata konvensional maupun justru senjata biologis semacam isu Covid-19,” papar Mayek.

Memang menikmati karya Mayek itu bisa membuat pikiran melayang-layang. Yang akhirnya, kembali ke diri sendiri, kesimpulan apa yang dicapai. Sungguh, sebuah perjalanan perenungan yang asyik menghirup keindahan seni grafis dari tangan Winner Top Generation 0.2 Indonesia pada 2019 itu.

Karya lain tak kalah eksentrik. Bahkan, di antara karya seniman-seniman tersebut, terdapat sebuah seni grafis berjudul Seri Jahiliyah karya Wahyu Suherman. Hampir seperti kertas kosong, tapi bila dicermati timbul sebuah kata Jahiliyah.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore