Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Desember 2022 | 03.48 WIB

Misteri yang Menyelimuti Kolam Renang Tamperan, Pacitan

13 TAHUN KOSONG: Sejak tutup pada 2009, kolam renang Tamperan tak terawat. Tumbuhan dibiarkan liar begitu saja. (Guslan Gumilang/Jawa Pos) - Image

13 TAHUN KOSONG: Sejak tutup pada 2009, kolam renang Tamperan tak terawat. Tumbuhan dibiarkan liar begitu saja. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

Dulu kolam renang Tamperan jadi primadona. Dibuka sejak 1963, tempat wisata itu disuka banyak orang karena menjadi wahana air pertama. Sempat tutup karena direnovasi, kolam tersebut dibuka kembali pada 1992. Namun, pada 2009 kolam renang yang diisi langsung dari mata air itu ditutup lagi hingga kini benar-benar mati.

---

SAAT ini sisa-sisa kejayaan kolam renang Tamperan masih terlihat. Bangunannya masih berdiri kokoh meski dipenuhi semak belukar. Dari luar, bangunan tidak terlihat bekas kolam renang. Semak belukar dan ranting pohon menutupi tembok.

Pagarnya pun dipenuhi lumut. Dari dalam pun sama. Dinding kolam dipenuhi semak kering. Tujuh ruangan bekas kamar ganti masih utuh. Termasuk fasilitas lainnya seperti toilet.

Jawa Pos mengunjungi tempat itu menjelang petang. Kedatangan kami seakan disapa penunggunya. Tiba-tiba satu pohon pisang bergerak. Daunnya bergoyang. Padahal, tak ada angin kencang yang bertiup.

Pohon di sekitarnya juga berdiri tegak. Tak ada yang bergoyang. Juga tak ada tanda pergerakan binatang yang membuat pohon tersebut bergoyang.

Menurut warga sekitar, kejadian semacam itu biasa. Bahkan masih terbilang ”ringan”. Sebab, mereka lebih sering lagi mendengar suara aneh seperti orang mengobrol, suara tawa perempuan, hingga anak kecil yang menangis. Ketika sumber suara didatangi, sepi. Tak ada satu pun orang di lokasi tersebut.

Kolam renang Tamperan berada di bukit yang dekat dengan laut. Tepatnya dekat dengan dermaga Temperan. Karena itu, aktivitas di sekitarnya lumayan ramai. Terutama para nelayan. Mereka pun sering mengalami kejadian ganjil.

Entah ada yang memanggil hingga penampakan sosok makhluk astral. ”Kalau warga sekitar sini sudah biasa, dulu memang sering begitu,” kata Sulastri, salah seorang warga sekitar.

Rumah Sulastri hanya berjarak 300 meter dari bekas kolam renang Tamperan. Dia mengungkapkan, dulu sebelum kolam direnovasi, ada beberapa anak yang tewas tenggelam. Anehnya, korban selalu ditemukan di hari berikutnya. Padahal, kolam tidak luas dan tidak dalam. Hanya sekitar 2 meter. Cuma, kolam memang masih sederhana. Bukan seperti sekarang ini.

Cerita keangkeran pun berlanjut. Sosok perempuan juga sering menampakkan diri. Ada juga yang bilang itu adalah sosok noni Belanda. Tidak ada sumber yang menjelaskan detail soal itu.

Namun, sosok perempuan berambut panjang tersebut sering muncul. Terutama pada malam hari. ”Kalau perempuan ini muncul di dekat bonsai,” kata Suyatno.

Menurut pemilik warung yang berjarak sekitar 10 meter dari pintu masuk kolam renang Tamperan itu, perempuan yang sering muncul tersebut berbaju putih. Raut mukanya tidak jelas. Hanya menunduk dan kelihatan rambutnya yang panjang.

Pria 67 tahun itu mengungkapkan, beberapa tahun lalu dirinya pernah mengalami kejadian mistis. Sekitar pukul 23.00 WIB, Suyatno menjumpai sosok layaknya tokoh warok dalam reog Ponorogo.

Tepatnya di area pintu masuk kolam renang. ”Laki-laki berbaju hitam, berkumis, dan tinggi besar,” bebernya. Namun, sosok itu tidak melakukan aktivitas apa-apa. Hanya berdiri.

Suyatno membuka warung di dekat kolam renang sudah lama. Mulai tahun 1996. Memang banyak kejadian mistis. Dia bercerita, dulu ada sapi yang ditempatkan di dekat pintu masuk kolam renang. Harapan si pemilik, sapi bisa memamah rumput liar yang tumbuh di sekitar situ. Seharian sapi tersebut tidak mau makan dan hanya diam. Saat tali dilepas, sapi itu langsung lari seperti ketakutan.

Photo

Suyatno menunjukkan penanda bahwa kolam renang Tamperan dibuka untuk umum setelah direnovasi pada 1992. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

Banyak juga nelayan yang malam hari harus masuk ke kolam. Alasannya, mereka mendengar dan melihat orang. Mereka khawatir ada yang kenapa-kenapa. Tapi, saat di lokasi sepi orang. Masyarakat setempat mengaitkan kejadian tersebut dengan peristiwa bertahun-tahun sebelumnya. Ada tiga anak yang tewas tenggelam. Plus seorang perempuan yang tewas bunuh diri.

Kolam renang Tamperan dulunya tempat primadona. Lokasinya berada di tengah hutan di bawah bukit. Apalagi, sumber airnya didapat langsung dari bukit. ”Dulu ada sumber air besar yang menyuplai kolam renang ini,” kata pria yang menjaga warung dengan istrinya itu.

Hanya, lanjut Suyatno, entah bagaimana tiba-tiba mata air tersebut berhenti mengalir. Beberapa warga juga mengatakan, ada kerajaan makhluk astral di tempat itu. Nah, korban tenggelam di sana adalah tumbal dari kerajaan gaib. Termasuk orang yang tewas bunuh diri. Itulah sebabnya, anak-anak yang tenggelam jasadnya tidak langsung ditemukan. Tapi harus menunggu hari berikutnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore