Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Maret 2026, 02.05 WIB

Arus Mudik Bali–Jawa H-6 Melejit 33,8 Persen, ASDP Operasikan 35 Kapal untuk Urai Antrean Gilimanuk

Ilustrasi penumpukan kendaraan di kapal penyeberangan dari Bali menuju Jawa. (Istimewa). - Image

Ilustrasi penumpukan kendaraan di kapal penyeberangan dari Bali menuju Jawa. (Istimewa).

JawaPos.com - Arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa terus mengalami lonjakan menjelang puncak mudik Lebaran Idul Fitri 2026 yang perayaannya selisih sehari dengan Hari Raya Nyepi yang juga dirayakan umat Hindu di Bali.

Pada H-6 Lebaran, volume penumpang dan kendaraan yang menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data Posko Angkutan Lebaran menunjukkan total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 80.416 orang, naik 33,8 persen dibandingkan H-6 Lebaran tahun sebelumnya yang tercatat 60.099 orang.

Peningkatan mobilitas ini juga diikuti lonjakan kendaraan yang masuk ke kawasan pelabuhan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan pihaknya bersama kepolisian dan sejumlah pemangku kepentingan terus melakukan berbagai langkah percepatan operasional guna menjaga kelancaran arus kendaraan menuju pelabuhan.

“Berbagai langkah percepatan operasional terus kami lakukan bersama stakeholder, mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur antrean hingga optimalisasi layanan penyeberangan agar arus kendaraan tetap bergerak dan antrean dapat segera terurai,” ujar Heru, Senin (16/3).

Salah satu langkah yang dilakukan di lapangan adalah penerapan pola lalu lintas satu arah (one way) dalam radius sekitar 4,5 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Skema ini diterapkan oleh kepolisian untuk mempercepat pergerakan kendaraan yang mengantre menuju kawasan pelabuhan. Selain itu, kendaraan kecil juga dialihkan menuju Buffer Zone Kargo untuk mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan.

Pengaturan tersebut diharapkan dapat mempercepat penyerapan kendaraan sekaligus mencegah antrean semakin panjang.

Dari sisi operasional penyeberangan, ASDP menerapkan pola operasi sangat padat dengan mengoperasikan 35 unit kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Optimalisasi armada dilakukan untuk meningkatkan frekuensi pelayaran sekaligus mempercepat proses bongkar muat kendaraan.

ASDP juga masih menerapkan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) di beberapa dermaga, yakni MB1, MB4, dan LCM. Melalui pola ini, kapal yang tiba di pelabuhan hanya melakukan proses bongkar muatan tanpa memuat kendaraan baru, sehingga dapat segera kembali berlayar untuk mempercepat pergerakan kapal.

Lonjakan trafik pada H-6 juga terlihat dari jumlah kendaraan yang menyeberang. Kendaraan roda dua tercatat 18.306 unit, melonjak 52,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 11.987 unit.

Sementara itu, kendaraan roda empat mencapai 5.044 unit, naik 9,2 persen dari tahun lalu 4.620 unit. Jumlah bus tercatat 945 unit, meningkat 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 680 unit.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore