
Di tengah terik matahari dan ibadah puasa, Alay Juanta, 50, tetap lincah menganyam daun kelapa muda. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah terik matahari dan ibadah puasa, Alay Juanta, 50, tetap lincah menganyam daun kelapa muda. Pria paruh baya ini mulai bersiap menyambut lonjakan permintaan kulit ketupat menjelang Lebaran 2026 di depan Pasar Pisang, Palmerah, Jakarta Barat.
Bagi Alay, momen Idul Fitri bukan sekadar tradisi, melainkan peluang emas untuk meraup untung berkali lipat. Meski hari raya masih beberapa pekan lagi, geliat pesanan sudah mulai terasa.
"Hari ini baru ada dua orang yang pesan," ujar Alay, Sabtu (14/3).
Berbeda dengan pedagang dadakan, Alay adalah pemain lama di kawasan Pasar Pisang. Sehari-hari ia memang konsisten berjualan kulit ketupat. Namun, mendekati lebaran, volume produksinya meningkat drastis.
Ia mengaku harus menyiapkan stok daun kelapa muda jauh lebih banyak dari biasanya. Alay memprediksi serbuan pembeli akan mencapai puncaknya pada H-3 Lebaran.
"Karena biasanya pas mau lebaran ini ramai pembeli, kalau sekarang sih memang belum kelihatan banget. Tapi udah ada yang mulai pesan untuk lebaran," tuturnya.
Strategi Digital: Jualan Lewat WhatsApp
Meski sudah memasuki usia paruh baya, Alay tidak gagap teknologi. Ia sadar betul bahwa promosi konvensional saja tidak cukup. Untuk menjangkau pelanggan lebih luas, ia mulai memanfaatkan media sosial.
"Udah mulai pasang status di WA, buat ngasih tau ke orang-orang kalau kulit ketupat udah ready," tuturnya.
Strategi ini terbukti ampuh. Jika pada hari biasa pelanggannya didominasi oleh pedagang ketoprak, saat momen Lebaran, pembelinya datang dari berbagai kalangan masyarakat umum yang melintas di kawasan Palmerah.
Omzet Melonjak Dua Kali Lipat
Keberkahan Lebaran sangat dirasakan dari sisi finansial. Alay membeberkan bahwa omzet penjualannya bisa melonjak hingga lebih dari 100 persen dibandingkan hari-hari biasa.
"Kalau mau lebaran pelanggannya dari mana aja, yang orang lewat biasanya pada beli," ungkapnya.
Menutup perbincangan, Alay menyelipkan doa dan harapan besar pada usahanya tahun ini. Ia berharap dagangannya bisa ludes terjual untuk mencukupi kebutuhan keluarga di hari raya.
"Ya harapannya biar laris manis aja sih, dari tahun ke tahun harapannya penjualan laku keras," ucapnya.
