
Ilustrasi kelapa sawit. (Istimewa)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto diminta meninjau kembali peran Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam tata niaga sawit nasional. Keberadaan lembaga tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi industri sawit, terutama bagi petani, serta tidak menambah panjang rantai perdagangan yang berpotensi mengurangi pendapatan pelaku usaha di sektor tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto. Ia menilai, evaluasi terhadap DSI penting dilakukan demi menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat di kawasan sentra perkebunan sawit, sekaligus mempertahankan daya saing komoditas sawit Indonesia di pasar global.
Darto menyebut, keberadaan DSI seharusnya mampu menghadirkan nilai tambah bagi ekosistem industri sawit nasional. Menurutnya, jika manfaat tersebut tidak terlihat, maka kehadiran DSI justru berpotensi menambah lapisan baru dalam rantai bisnis sawit yang selama ini sudah melibatkan banyak pihak.
"DSI perlu dievaluasi kembali. Kami membaca PP 24 tahun 2026 yang mengaturnya tapi belum melihat adanya nilai tambah yang signifikan yang diberikan kepada ekosistem sawit nasional, yang terlihat dari kebijakan itu justru kehadiran DSI tidak memberikan insentif apapun dan malah mengambil margin dalam perdagangan sawit," kata Mansuetus Darto kepada wartawan, Senin (22/6).
Ia menambahkan, apabila tujuan pembentukan DSI adalah untuk mencegah praktik under invoicing serta meningkatkan devisa negara, maka pemerintah seharusnya memperkuat lembaga yang telah ada, seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), maupun lembaga survei independen yang bertugas melakukan verifikasi kualitas dan kuantitas ekspor komoditas.
Menurutnya, tantangan utama industri sawit saat ini bukanlah penambahan lembaga baru dalam rantai perdagangan, melainkan peningkatan efisiensi industri, penguatan aspek keberlanjutan (sustainability), kepatuhan terhadap standar global, transparansi tata kelola, serta peningkatan nilai ekonomi yang diterima petani.
"Kami meminta Presiden Prabowo untuk mengevaluasi kembali peran DSI. Jika tetap diperlukan, DSI sebaiknya difokuskan pada fungsi administratif, penguatan data, koordinasi, pengawasan, complain mechanism dan transparansi tata niaga," tuturnya.
Sementara, Ketua Jaringan Pegiat Sawit Nasional (JPSN) Kalimantan Tengah, Kobar Sembiring, menilai evaluasi terhadap DSI semakin mendesak mengingat kondisi ekonomi masyarakat di daerah sentra sawit saat ini sedang menghadapi berbagai tekanan.
"Harga kebutuhan pokok terus meningkat, sementara biaya pengangkutan hasil sawit masih tinggi karena harga solar non-subsidi belum turun secara signifikan. Dalam situasi seperti ini, setiap kebijakan yang berpotensi mengurangi harga yang diterima petani akan semakin menekan pendapatan mereka," ujar Kobar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022