Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 01.43 WIB

Antisipasi Dampak Libur Sekolah, Kemendag Ajak Horeka dan Ritel Serap Telur serta Daging Ayam

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) saat meninjau salah satu outlet waralaba di Tebet, Jakarta, Senin (22/6). (Djati Waluyo/JawaPos.com) - Image

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) saat meninjau salah satu outlet waralaba di Tebet, Jakarta, Senin (22/6). (Djati Waluyo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag), menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga harga telur dan daging ayam ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada musim libur sekolah.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengatakan Kemendag telah mengirimkan surat kepada pengusaha hotel, restoran, dan kafe (Horeka) maupun pengusaha ritel untuk menyerap telur dan daging ayam.

“Kami sudah menyampaikan surat ke Horeka untuk menyerap telur, ayam. Kemudian juga ke Aprindo ritel, sudah kita kirim suratnya untuk menyerap produk-produk kita disana,” ujar Budi saat ditemui di Jakarta, Senin (22/6).

Budi mengatakan, untuk menjaga harga bahan pokok seperti telur ayam dan daging ayam diperlukan pasar dan kanal distribusi seperti hotel, restoran, dan kafe serta pedagang ritel.

Menurutnya, dengan adanya kerjasama antara pengusaha dan pemerintah maka harga bahan pokok dapat di jaga agar tidak terlalu tinggi ataupun jatuh.

“Karena memang kita butuh pasar, butuh tempat untuk jualan. Kalau di restoran misalnya menunya mungkin ditambah telurnya dan ayamnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim dapat menghemat anggaran hingga Rp3 triliun dengan menghentikan sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.

Sebelumnya, BGN menerbitkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada saat periode hari libur dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2026. Melalui aturan tersebut, layanan MBG tidak diberikan selama periode hari libur.

“Dan kalau kita melihat angka jumlah SPPG yang telah beroperasi 27.820 dikalikan dengan insentif per hari itu selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG itu sebesar Rp 3.004.560.000.000 (Rp3 triliun)," kata Agustina saat konferensi pers di kantor BGN, Kamis (18/6).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore