
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengklaim ketersediaan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Digital di Bintan, Kepulauan Riau, telah habis dipesan. Ia mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena Indonesia menjadi salah satu destinasi utama investasi pusat data di tingkat global.
Pasalnya, salah satu persyaratan utama pembangunan data center, seperti ketersediaan lahan, pasokan listrik yang andal, serta kecukupan air, dinilai berhasil dipenuhi oleh Indonesia. Airlangga menyebut, pesatnya adopsi kecerdasan buatan di dunia telah menjadikan industri data center sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi digital.
“Kuncinya adalah ketersediaan lahan, ketersediaan listrik, dan ketersediaan air. Indonesia dilihat memenuhi persyaratan tersebut, maka kawasan ekonomi khusus yang digital di Bintan juga ini sudah dalam tanda petik ‘sold out’,” ujar Airlangga di Jakarta pada Selasa (6/10).
Airlangga mengatakan, untuk merespon hal tersebut pemerintah akan mendorong pengembangan industri data center baru di kawasan Bekasi hingga Karawang, Jawa Barat, yang saat ini sudah beroperasi. Ia menyebut, koridor tersebut diproyeksikan mendapatkan tambahan kapasitas daya listrik yang signifikan guna menopang operasional data center dalam beberapa tahun ke depan.
“Ini melakukan ekspansi, kemudian di wilayah Bekasi, Karawang yang dekat dengan domestic market juga direncanakan kapasitas yang sekitar 600-700 MW. Per hari ini secara nasional itu bisa mendapatkan tambahan sekitar 500 MW dalam 2-3 tahun ke depan,” ujarnya.
Airlangga mengatakan, AI bertindak sebagai mesin penggerak baru yang membutuhkan basis data kredibel untuk berkembang. Karena itu ke depan pemanfaatan AI juga akan didorong masuk dalam industri kesehatan atau health care.
Dengan jumlah penduduk mencapai 280 juta jiwa serta integrasi data sejak penanganan pandemi Covid-19 dan BPJS Kesehatan, Indonesia memiliki basis data besar untuk mempercepat riset dan penemuan obat.
“Jadi ini yang harus kita dorong, kekuatan kita di berbagai sektor dengan penduduk 280 juta itu bisa menjadi machine learning atau bahan untuk clinical trial yang lebih cepat sekaligus bisa mendorong perkembangan industri medicine yang sampai saat ini sebetulnya kita ketinggalan,” ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022