
Ilustrasi SPKLU di Jawa Timur. (Humas PLN UID Jatim)
JawaPos.com – Pemerintah memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman dan andal selama periode Ramadhan dan Lebaran 2026.
Hal ini sekaligus menjamin pemenuhan kebutuhan listrik dan bahan bakar masyarakat, terutama saat arus mudik dan balik serta perayaan Idul Fitri.
BUMN di sektor energi kelistrikan, PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama mudik dan perayaan Lebaran.
Di sektor ketenagalistrikan, beban puncak saat lebaran diperkirakan mencapai 31.000 megawatt.
Sementara daya mampu pasok sistem kelistrikan nasional diproyeksikan mencapai sekitar 51.000 megawatt.
Sementara itu, sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali atau Jamali sebagai tulang punggung pasokan listrik nasional juga berada dalam kondisi normal dan andal.
Berdasarkan aliran daya sistem Jamali, beban puncak siang tercatat sekitar 34 ribu megawatt dan beban puncak malam sekitar 34 ribu megawatt
selain itu, untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama mudik, PT PLN (Persero) juga menyiapkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur Trans Sumatra-Jawa-Bali.
Sebanyak 1.681 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU telah tersedia di 994 lokasi dengan dukungan lebih dari 5.000 petugas yang bersiaga selama 24 jam.
Fasilitas SPKLU mobile juga disiapkan di jalur Trans Sumatra-Jawa-Bali. Sebanyak 15 unit spklu mobile disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di titik-titik dengan mobilitas tinggi.
Dari sisi kesiapan operasional, PLN juga menyiagakan sekitar 72 ribu personel. Berbagai peralatan pendukung seperti posko siaga, genset, uninterruptible power supply atau UPS, unit gardu bergerak, hingga mobil crane juga disiagakan di berbagai wilayah operasional.
Karena itu, masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan listrik.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 Erika Retnowati menjelaskan, beban puncak pada saat Idul Fitri akan mencapai 31.000 megawatt, sedangkan daya mampu pasoknya adalah 51.000 megawatt.
”Sehingga terdapat cadangan sebesar 16.000 megawatt dan itu adalah 48% dari keseluruhan pasokan,” terang Erika.
”Dengan cadangan yang sedemikian besar, pemerintah memastikan bahwa kondisi ketenagalistrikan itu adalah aman dan andal untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khusunya di pusat-pusat kegiatan pada saat merayakan Idul Fitri,” lanjutnya.
Selain itu, pemerintah juga telah menginstrusikan PLN untuk menjaga keandalan jaringan transmisi dan distribusi. Langkah tersebut bertujuan mencegah potensi timbulnya gangguan.
