Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Agustus 2022 | 14.48 WIB

Menengok Poli Tradisional dan Komplementer Pertama di Indonesia

BERSINERGI: Dokter Ario Imandiri melakukan terapi tradisional dengan metode akupunktur di Rumah Sakit Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (2/8). Poli tradisional tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

BERSINERGI: Dokter Ario Imandiri melakukan terapi tradisional dengan metode akupunktur di Rumah Sakit Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (2/8). Poli tradisional tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. (Robertus Risky/Jawa Pos)

Pengobatan tradisional saat ini kian berkembang. Cara alternatif dengan ditangani orang profesional terbukti dapat menjadi terapi pendukung dalam pengobatan modern. Misalnya, yang dikembangkan di Poli Tradisional dan Komplementer Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

PASIEN tersebut tengah dirawat di ruang intensive care unit (ICU) Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Kondisinya belum sadar dan tidak bisa lepas dari bantuan ventilator. Dokter penanggung jawab pasien pun berkonsultasi dengan dr Ario Imandiri SpAK untuk memberikan terapi akupunktur kepada pasien.

Tidak lebih dari seminggu terapi akupunktur diberikan, kesadaran pasien mulai membaik dan bisa lepas dari ventilator. Pasien pun sudah bisa dirawat di ruang rawat inap biasa.

’’Terapi akupunktur yang saya berikan adalah terapi pendukung dari pengobatan modern yang dilakukan dokter di RSUA. Karena itu, poli ini menjadi layanan kesehatan tradisional dan komplementer,” katanya kepada Jawa Pos Selasa (2/8).

RSUA menjadikan poliklinik layanan kesehatan tradisional dan komplementer sebagai salah satu layanan unggulan. Saat ini rumah sakit pendidikan itu mengoperasikan dua sistem pelayanan. Yakni, sistem pelayanan modern ala Barat dan tradisional.

Hal itu diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat lokal maupun internasional dalam program wisata medis.

’’Poli pengobatan tradisional RSUA ini adalah yang pertama di Indonesia. Ada sejak 2016. Baru relaunching pada 2019,” ujar dokter spesialis akupunktur pertama di Surabaya itu.

Ario mengatakan, RSUA memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan pengobatan tradisional yang menjadi tradisi masyarakat. Hal itu wujud support RSUA dan Universitas Airlangga (Unair) terhadap program pemerintah.

’’Sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan pengobatan-pengobatan tradisional,” jelasnya.

Apalagi, poli layanan tradisional dan komplementer yang dibuka RSUA tersebut didukung dengan adanya program studi (prodi) pengobatan tradisional (batra) di Unair. Prodi itu menelurkan para ahli pengobatan tradisional dengan menempuh pendidikan D-3, kini menjadi D-4 (setara program sarjana).

’’Lulusan prodi batra memiliki kompetensi cukup lengkap. Ada pijat, akupunktur, herbal, dan nutrisi tradisional,” katanya.

Batra menjadi layanan komplementer untuk pelayanan kesehatan medis. Banyak pasien rawat jalan RSUA yang datang ke poli batra untuk mendapatkan terapi support. Mulai pasien infertilitas, stroke, nyeri gangguan lambung, hingga pasien yang berada di ICU.

’’Pasien infertilitas yang datang untuk terapi memiliki tingkat keberhasilan program bayi tabung lebih tinggi,” ujarnya.

Lantaran menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang memiliki poli batra, RSUA ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai rumah sakit percontohan. Selain itu, ditugasi untuk membina rumah sakit lain yang ingin mendirikan poli batra.

’’Poli layanan tradisional dan komplementer ini memiliki sumber daya manusia yang profesional. Ada dokter spesialis akupunktur medis dengan dibantu lulusan prodi batra,” kata dia.

Selain itu, poli layanan tradisional dan komplementer menjadi pusat rujukan untuk puskesmas se-Surabaya. Saat ini sudah banyak puskesmas yang mengembangkan pengobatan tradisional.

’’Saya juga membina puskesmas di Surabaya dan Jatim,” ujarnya.

Meski berbentuk poliklinik di dalam rumah sakit, Poli Layanan Tradisional dan Komplementer RSUA didesain seperti tempat spa. Jadi, pasien yang datang bisa rileks karena tempat dan fasilitasnya sangat representatif.

’’Selain memberikan layanan akupunktur dan pijat seluruh tubuh, refleksi, dan pijat bayi, poli ini memberikan edukasi tentang obat-obatan herbal,” tuturnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore