Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Maret 2026 | 12.51 WIB

Perhutani, Jemputlah Kembali Kisah Cup of Java

Pohon kopi di lahan Perum Perhutani, Kendal, Jateng. (Dok. Pribadi) - Image

Pohon kopi di lahan Perum Perhutani, Kendal, Jateng. (Dok. Pribadi)

Perhutani punya lahan yang luas untuk bisa dimanfaatkan. Eksisting luasan untuk satu hamparan sesayup mata memandang sekitar 5.000 ha per hamparan misalnya, ada di 4 lokasi. Luas lahan potensi  76.787 hektare di beberapa lokasi di punggung Jawa.

Sekarang, Perhutani membina petani untuk membantu pergerakan ekonomi. Kopi yang dipanen dijual kepada pedagang. Beda dengan kopi Banaran milik PTP yang diekspor ke Eropa. Sebelum naik kereta pada Selasa malam, menuju  Surabaya, saya ngopi dulu di kafe Plataran Kota milik Kopi Banaran di Semarang. Kopi di Jawa memang beragam rasa di kota-kota di pulau ini. Jika digarap maksimal, maka lahan dan kayu Perhutani akan terjaga dari pencurian dan pengrusakan. Sedang rakyat mendapatkan penghasilan baik sebagai tambahan ataupun utama.

Tapi, tunggu dulu, Perhutani ke depan sebaiknya, berperan sebagai produsen kopi baru dengan melakukan investasi. Berperan sebagai off taker kopi hasil kerjasama. Melakukan benchmark ke PTPN, hal yang sam dilakukan PTPN dalm bisnis kayu keras.

Jika Perhutani hanya menerima sharing dari masyarakat apalagi dari biji kopinya, maka pendapatan relatif kecil. Apapun itu, Perhutani punya kewajiban bersama pihak lain, menjemput kejayaan cup of java yang ditulis di bab terakhir sejarah bangsa itu. (*)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore