
Ilustrai salat Tarawih. (Photo by Mehmet Ayberk Ero/pexels)
JawaPos.com - Shalat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan. Ibadah ini memiliki sejumlah keutamaan luar biasa bagi umat Islam yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan.
Selain menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, shalat Tarawih juga membawa banyak manfaat secara spiritual, mental, dan sosial.
Agar rutin dan konsisten melaksanakan shalat Tarawih sepanjang bulan Ramadhan, kita perlu meluruskan niat melaksanakannya karena Allah, bukan karena ikut-ikutan teman atau tetangga.
Melakukan shalat Tarawih secara berjamaah juga dapat menumbuhkan semangat dalam beribadah.Oleh sebab itu, sebaiknya kita melaksanakan shalat Tarawih di masjid atau mushalla.
Yang juga penting dilakukan adalah memilih masjid yang bacaan imamnya bikin nyaman.
Selain itu, penting menjaga kondisi fisik dengan mengonsumsi makanan bernutrisi saat buka puasa dan beristirahat yang cukup.
Keutamaan shalat Tarawih sangat besar dan sayang jika shalat yang hanya ada di bulan Ramadhan ini dilewatkan begitu saja.
Selain menjadi ibadah sunnah yang penuh pahala, shalat Tarawih juga menjadi momen istimewa untuk memperbaiki kualitas spiritual.
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya selama bulan Ramadhan. Shalat ini biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, meski boleh juga dikerjakan sendirian di rumah.
Shalat Tarawih dicontohkan oleh Nabi Muhammad dan kemudian dilaksanakan secara berjamaah sejak masa khalifah Umar bin Khattab.
Dilansir dari NU Online, shalat Tarawih memiliki sejumlah keutamaan. Diantara keutamaannya adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil pada masa lalu, sebagaimana hadist Nabi:
“Barang siapa melakukan shalat Tarawih pada bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘Alaih).
Kedua, mendapatkan pahala beribadah selama satu malam penuh, berdasarkan hadits riwayat at-Tirmdzi, Ibnu Majah dan an-Nasa’i:
مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
Artinya:
