
Ilustrasi: One way diberlakukan hampir di sepanjang jalan tol Trans Jawa untuk mengurai kepadatan arus mudik Lebaran. (Istimewa)
JawaPos.com - Arus balik Idul Fitri 1447 H terus menunjukkan peningkatan volume kendaraan jelang akhir masa arus balik gelombang 2.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) bersama Kepolisian resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow di Tol Batang-Semarang arah Jakarta hari ini, Sabtu (28/03).
Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan dan memastikan perjalanan pemudik tetap lancar serta aman saat kembali ke Ibu Kota.
Rekayasa contraflow mulai diterapkan tepat pada pukul 12.40 WIB. Titik rekayasa ini membentang dari KM 390 sampai dengan KM 385 arah Jakarta pada Ruas Jalan Tol Batang-Semarang.
Baca Juga:Info Arus Balik 2026: One Way Lokal Tol Semarang KM 425 hingga GT Kalikangkung Resmi Dibuka
Ria Marlinda Paallo, VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran serta keselamatan pengguna jalan.
"JSB mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan oleh Kepolisian guna memastikan arus kendaraan tetap terkendali dan bergerak optimal, khususnya pada periode arus balik dengan volume kendaraan yang meningkat," ujar Ria Marlinda Paallo dalam keterangannya, Sabtu (28/3).
Selain rekayasa jalur, PT Jasamarga Semarang Batang juga mempercepat proses transaksi di titik krusial.
Saat ini, Gerbang Tol Kalikangkung telah mengoperasikan hingga 12 gardu transaksi khusus untuk kendaraan yang menuju arah Jakarta.
Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat meminimalisir antrean panjang di gerbang tol.
Baca Juga:Puncak Arus Balik 2026: 52 Ribu Penumpang KA Tiba di Jakarta Hari Ini, Cek Sisa Tiket dan Promonya!
Petugas di lapangan juga disiagakan penuh untuk mengatur lalu lintas dan membantu pengguna jalan yang mengalami kendala.
Pihak Jasa Marga mengingatkan para pengendara untuk selalu waspada dan mengecek kesiapan sebelum masuk ke jalan tol.
Pastikan kondisi fisik pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima untuk perjalanan jauh.
"JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mengantisipasi rute perjalanan, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Pengguna jalan juga diharapkan memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan," tambah Ria.
