
Makanan berlemak dan tinggi gula memicu tekanan darah tinggi (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan merupakan momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperbaiki pola hidup. Selama menjalankan puasa Ramadhan, tubuh mengalami perubahan pola makan, waktu tidur serta aktivitas harian.
Perubahan ini sering membuat sebagian orang khawatir terhadap kondisi kesehatan, terutama tekanan darah. Banyak orang bertanya apakah puasa dapat memengaruhi tekanan darah dan bagaimana cara menjaganya tetap stabil selama Ramadhan.
Menurut American Heart Association, tekanan darah yang stabil sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit kardiovaskular.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan dengan pola makan sehat justru dapat membantu mengontrol tekanan darah. Hal ini dijelaskan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health.
Namun menjaga tekanan darah tetap stabil selama puasa tetap membutuhkan perhatian khusus. Berikut beberapa cara sederhana yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil sebagaimana dilansir dari laman WHO dan Mayo Clinic, Minggu (8/3) :
1. Memilih menu sahur dan berbuka yang seimbang
Menu sahur dan berbuka memiliki peran penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Makanan yang terlalu asin, berlemak, atau tinggi gula dapat memicu kenaikan tekanan darah.
Menurut WHO, konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Karena itu, saat sahur sebaiknya memilih makanan yang kaya serat dan protein seperti sayuran, buah, ikan serta kacang-kacang.
Pola makan seimbang membantu tubuh mendapatkan energi yang cukup selama berpuasa. Selain itu, hindari makanan instan dan makanan yang terlalu asin saat berbuka puasa.
2. Mencukupi kebutuhan cairan tubuh
Dehidrasi selama puasa dapat memengaruhi keseimbangan tekanan darah. Tubuh yang kekurangan cairan dapat membuat tekanan darah menurun atau bahkan terasa pusing.
Menurut Harvard Medical School, menjaga hidrasi tubuh sangat penting untuk mendukung fungsi organ termasuk sistem peredaran darah.
Intinya, agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi, minumlah air putih secara bertahap antara waktu berbuka hingga sahur. Pola minum yang cukup membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
3. Tetap aktif dengan olahraga ringan
