
Ilustrasi setir mobil.
JawaPos.com — Memasuki musim mudik lebaran Idulfitri 1447 H, fenomena microsleep atau tertidur sesaat menjadi ancaman serius bagi pemudik yang melakukan perjalanan jauh, baik menggunakan mobil maupun sepeda motor.
Kondisi ini kerap terjadi tanpa disadari dalam hitungan detik, namun berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama saat pengendara sedang melaju dengan kecepatan tinggi.
Kondisi ini umumnya dipicu oleh kelelahan, kurang istirahat, serta menurunnya konsentrasi selama perjalanan panjang. Selain itu, faktor lain seperti dehidrasi dan kurangnya asupan energi juga dapat mempercepat munculnya microsleep, terutama saat perjalanan dilakukan dalam kondisi berpuasa.
Pegiat sekaligus influencdf kesehatan, dr. Tirta, mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh selama perjalanan mudik. Ia menekankan bahwa kebutuhan cairan dan energi harus tetap terpenuhi agar tubuh tidak mudah lemas dan kehilangan fokus saat berkendara.
“Microsleep pas mudik itu bahaya. Buat teman-teman yang nyetir motor atau mobil sendiri harus hati-hati. Salah satu cara mencegahnya adalah memastikan kebutuhan cairan terpenuhi,” ujar dr. Tirta dikutip dari kanal YouTube-nya, Selasa (17/3).
Menurutnya, saat berkendara jarak jauh, tubuh berada dalam kondisi konsentrasi penuh sehingga energi yang dikeluarkan cukup besar. Hal ini membuat tubuh rentan mengalami kekurangan cairan, terlebih dalam kondisi cuaca panas di Indonesia.
“Walaupun di dalam mobil ada AC, itu hanya mendinginkan, bukan berarti tubuh tidak kekurangan cairan. Energi yang terbuang besar, cairan berkurang, akhirnya tubuh jadi lemas dan mudah mengalami microsleep,” jelas dr. Tirta.
Ia juga mengingatkan pemudik yang menjalankan ibadah puasa untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi dan cairan. Kebutuhan tersebut sebaiknya dipenuhi secara optimal saat sahur dan berbuka agar kondisi tubuh tetap prima selama perjalanan.
“Buat yang mudiknya pas puasa, pastikan kebutuhan cairan dan nutrisi dipenuhi saat sahur dan berbuka. Itu penting banget untuk menjaga fokus dan mencegah kelelahan,” tambahnya.
Selain menjaga asupan cairan dan nutrisi, pemudik juga disarankan untuk beristirahat secara berkala, tidak memaksakan diri saat lelah, serta bergantian mengemudi jika memungkinkan guna meminimalkan risiko mikrosleep selama perjalanan mudik.
