
Ilustrasi komunitas Ojol berbagi takjil di tengah kesibukan mereka mencari nafkah. (Istimewa)
JawaPos.com–Momentum bulan suci Ramadhan banyak dimanfaatkan sejumlah perusahaan untuk mendorong kegiatan sosial berbasis komunitas. Termasuk di kalangan pekerja sektor informal seperti pengemudi transportasi online.
Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan kebutuhan harian selama Ramadhan 1447 H, inisiatif berbagi menjadi salah satu cara memperkuat solidaritas sosial. Grab Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang menggelar rangkaian kegiatan sosial melalui program bertajuk Rhoma Don’t sepanjang 20 Februari hingga 13 Maret 2026.
Program ini melibatkan mitra pengemudi dan masyarakat di berbagai daerah dalam kegiatan berbagi selama Ramadhan. Salah satu kegiatan utama adalah program Kolaborasi Kebaikan (KOLAK), yang melibatkan ribuan mitra pengemudi di lebih dari 40 kota.
Baca Juga:One Way Lokal Kalikangkung-Bawen Resmi Berlaku Sore Ini, Cek Titik Rekayasa Lalu Lintasnya!
Dalam kegiatan ini, mereka membagikan lebih dari 20.000 paket takjil kepada sesama pengemudi dan masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa. Sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogjakarta, hingga Makassar menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Aktivitas ini mencerminkan peran komunitas pengemudi sebagai bagian dari jaringan sosial yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat urban. Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menyebut, Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Dia mengapresiasi partisipasi para mitra yang tetap meluangkan waktu untuk berbagi di tengah aktivitas kerja mereka.
”Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Neneng melalui keterangannya.
Di wilayah Jabodetabek, kegiatan serupa juga digelar dalam skala lebih lokal. Ratusan mitra pengemudi membagikan lebih dari 3.600 paket takjil di sejumlah titik strategis, seperti kawasan Blok M, Lapangan Banteng, hingga Tugu Kujang Bogor.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Salah satu mitra pengemudi Agus Kurniawan mengaku, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk berbagi sekaligus mempererat kebersamaan antar sesama pengemudi. Ia menilai kegiatan semacam ini bisa memberikan dampak sederhana namun berarti bagi masyarakat.
Selain pembagian takjil, Grab juga menggelar kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan sejumlah mitra, kreator konten, dan anak yatim. Acara tersebut digelar di markas Soneta Record di Depok, serta menghadirkan musisi dangdut Rhoma Irama.
Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya berbuka puasa bersama, tetapi juga mengikuti santunan anak yatim dan pembagian paket sembako. Agenda ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan komunitas mitra pengemudi dengan masyarakat dalam suasana yang lebih informal.
Sejumlah pengamat menilai, kegiatan sosial berbasis komunitas seperti ini dapat memperkuat kohesi sosial, meski tetap perlu dilihat sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam membangun citra publik.
Di sisi lain, keberlanjutan program dan dampaknya bagi kesejahteraan mitra pengemudi menjadi aspek yang juga penting untuk diperhatikan. Di tengah berkembangnya ekonomi digital, peran mitra pengemudi tidak hanya sebagai penyedia layanan, tetapi juga bagian dari komunitas sosial yang memiliki potensi kontribusi lebih luas.
