
Gitaris Zendhy Kusuma dan Istrinya Evi Santi Rahayu. (Instagram @zendhy.kusuma)
JawaPos.com - Kasus pencurian di Restoran Bibi Kelinci berujung pelaporan dugaan pelanggaran UU ITE. Kedua pihak saling lapor dan sama-sama sudah berstatus tersangka. Atas ramainya kasus tersebut, gitaris Zendhy Kusuma yang dilaporkan bersama istrinya berinisial ESR, akhirnya buka suara.
Dalam keterangan yang diterima pada Minggu (8/3), Zendhy menyampaikan klarifikasi atas video viral di media sosial. Dia tidak menampik bahwa pada saat insiden terjadi, dirinya terpancing emosi. Namun, dia menilai kejadian itu telah berkembang jauh melampaui fakta sebenarnya.
Apalagi setelah potongan rekaman CCTV beredar luas di media sosial. Publik langsung bereaksi hingga dirinya merasa menjadi korban cyberbullying di ruang digital. Zendhy menyebut, insiden bermula dari situasi yang tidak nyaman ketika dirinya dan keluarga menunggu pesanan cukup lama di Restoran Bibi Kelinci.
”Saya tidak menutup mata bahwa pada malam itu emosi saya terpancing dan ada sikap yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik,” ungkap Zendhy.
Dia menyampaikan, saat itu dia dan keluarga sudah menunggu cukup lama. Namun, pesanannya tidak kunjung datang. Dalam keadaan lapar dan lelah, susana menjadi tidak nyaman. Namun, dia menyayangkan insiden antara pelanggan dan restoran itu berubah drastis setelah potongan rekaman CCTV beredar luas di media sosial.
Sejak video itu viral, Zendhy dan keluarga terdampak. Mereka harus menghadapi berbagai tekanan di ruang digital. Mulai dari komentar negatif, penyebaran informasi pribadi, hingga cyberbullying. Kondisi itu yang sangat disesalkan oleh Zendhy dan keluarga.
”Yang kami sesalkan adalah ketika peristiwa tersebut berkembang jauh melampaui kejadian sebenarnya. Setelah video itu beredar, kami dan keluarga mengalami berbagai bentuk cyberbullying di media sosial,” ujarnya.
Karena itu, dia berharap publik bisa melihat bahwa video yang beredar luas di media sosial bukan gambaran utuh dari keseluruhan insiden yang terjadi malam itu. Dia menyebut, video itu sudah beredar dengan narasi tambahan yang tidak sepenuhnya menggambarkan situasi sebenarnya. Sehingga timbul kesan menyesatkan.
”Kami percaya setiap peristiwa sebaiknya dilihat secara utuh dan berdasarkan fakta. Ketika sebuah potongan video disertai narasi yang tidak lengkap, hal itu bisa menimbulkan kesalahpahaman yang akhirnya merugikan banyak pihak,” kata dia.
Lebih lanjut, Zendhy juga menyebut masih ada rekaman lain yang menunjukkan situasi berbeda dari yang berkembang luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat bahwa dirinya datang dengan niat menyelesaikan persoalan dengan baik, termasuk saat hendak melakukan pembayaran.
Namun demikian, yang muncul justru respons tidak kondusif dari pihak lain, sehingga situasi menjadi semakin tidak nyaman. Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak sesederhana potongan video yang beredar di media sosial.
”Saya datang kembali untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan menyelesaikan kewajiban pembayaran. Harapan saya sebenarnya sederhana, persoalan ini bisa diselesaikan secara baik tanpa harus berkembang menjadi polemik besar,” terang dia.
Sayangnya yang terjadi justru saling lapor. Proses hukum berjalan di kepolisian. Baik laporan dugaan pencurian yang dibuat oleh pemilik Restoran Bibi Kelinci Nabilah O’Brien ke Polsek Mampang Prapatan maupun laporan dugaan pelanggaran UU ITE yang dibuat oleh Zendhy dan istri di Bareskrim Polri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
