Ilustrasi kapal kargo bertenaga nuklir berbahan bakar torium yang pertama kali diperkenalkan Jiangnan Shipyard pada 2023 (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Tiongkok kembali memainkan kartu strategis di panggung maritim global dengan memperkenalkan konsep kapal kargo nuklir berbahan bakar torium, yang menurut klaim pernyataan resmi mampu beroperasi hingga sepuluh tahun tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar.
Inisiatif ini bukan hanya tentang kemajuan teknologi, tetapi juga sinyal geopolitik yang mempertegas ambisi negara tersebut dalam persaingan energi dan dominasi laut.
Melansir dari South China Morning Post, Selasa (18/11/2025), kapal berkapasitas sekitar 14.000 kontainer standar itu akan ditenagai oleh reaktor torium molten salt (TMSR) dengan daya termal 200 megawatt, setara dengan reaktor kapal selam kelas Seawolf milik Angkatan Laut AS.
Insinyur senior Jiangnan Shipbuilding Group, Hu Keyi, menjelaskan bahwa panas dari reaktor tidak digunakan langsung untuk propulsi, melainkan diubah menjadi listrik melalui generator karbon dioksida superkritis (sCO₂) berbasis siklus Brayton. Menurut Hu, sistem ini "mencapai efisiensi konversi panas-ke-listrik sebesar 45–50 persen, jauh melebihi sekitar 33 persen pada sistem nuklir konvensional berbasis uap."
Dari sisi keselamatan, desain reaktor dibuat setenang mungkin. Karena beroperasi pada tekanan atmosfer dan tidak memerlukan air untuk pendinginan, sistemnya lebih ringkas. Selain itu, fitur keselamatan pasif disematkan: apabila suhu naik di luar batas, bahan bakar garam cair akan mengalir ke ruang khusus dan mengeras, mengunci massa radioaktif tanpa intervensi manusia.
Selain itu, modul reaktor ini diklaim memiliki masa pakai hingga sepuluh tahun sebelum diganti secara menyeluruh. Pendekatan ini dinilai lebih aman karena menghindari proses pengisian ulang bahan bakar di tengah laut, yang berisiko tinggi bagi kru kapal.
Menurut laporan SCMP, proyek ini terhubung langsung dengan kemajuan domestik Tiongkok. Pada 2025, negara itu mencatat keberhasilan operasional jangka panjang reaktor torium molten salt di Gurun Gobi, menandai tonggak penting dalam pengembangan energi nuklir alternatif. Cadangan torium yang melimpah di wilayah seperti Mongolia Dalam juga memperkuat posisi strategis Tiongkok dalam rencana energi non-uranium.
Tiongkok pun tak berhenti pada kapal kargo. Rencana paralel tengah berjalan untuk membangun tanker Suezmax berbasis reaktor cepat timbal-bismut serta pembangkit listrik apung dengan reaktor gas suhu tinggi. Keseluruhan proyek ini menggambarkan upaya negara tersebut membangun ekosistem nuklir maritim secara menyeluruh.
Meski demikian, realisasi konsep ini menghadapi tantangan besar. Kapal ini masih berupa desain awal, dan belum ada jadwal pasti mengenai dimulainya konstruksi. Persetujuan regulasi dari pelabuhan sipil dan jalur pelayaran internasional akan menjadi ujian penting.
Selain itu, biaya pembangunan, ketidakpastian skema asuransi global untuk kapal nuklir komersial, kebutuhan pelatihan awak yang kompeten, serta aturan internasional terkait limbah radioaktif menjadi faktor penghambat.
Situasi politik juga berpengaruh. Hingga kini, Organisasi Maritim Internasional (IMO) belum memiliki kerangka regulasi baku untuk kapal komersial bertenaga nuklir. Standar internasional untuk modul reaktor torium pun belum disepakati, menyisakan pertanyaan jangka panjang terkait keselamatan operasional.
Walaupun gagasan kapal bertenaga torium pernah dieksplorasi AS pada 1960-an, Tiongkok kini menjadi negara yang mendorongnya kembali pada skala besar. Jika proyek ini berhasil diwujudkan, dampaknya tidak hanya pada efisiensi energi, tetapi juga pada pola kekuatan maritim global yang semakin ditentukan oleh teknologi rendah emisi dan otonomi operasional jarak jauh.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
