
Ilustrasi petugas melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal). (Dokumentasi JawaPos.com)
JawaPos.com - Sejumlah negara dilaporkan telah lebih dulu merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026. Afghanistan menjadi salah satu negara yang resmi menetapkan hari raya lebih awal setelah hilal Syawal dilaporkan terlihat di beberapa wilayah.
Mengutip laporan media lokal seperti Dunya News dan Ummid, Mahkamah Agung Afghanistan mengumumkan bahwa Kamis menjadi hari pertama Idul Fitri, sekaligus menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan di negara tersebut.
Keputusan itu diambil setelah adanya kesaksian dari sejumlah saksi di provinsi Farah, Helmand, dan Ghor yang mengaku melihat hilal Syawal. Mahkamah Agung menyatakan kesaksian tersebut telah diverifikasi dan dinilai kredibel sebelum akhirnya dijadikan dasar penetapan awal bulan Syawal.
Baca Juga:Jalan Layang MBZ Terapkan Sistem Buka-Tutup Jelang Lebaran, Kendaraan Menumpuk ke Arah Cikampek
“Sejumlah saksi dari berbagai provinsi telah memberikan kesaksian melihat hilal, dan telah dikonfirmasi secara resmi,” demikian pernyataan otoritas setempat.
Dengan penetapan ini, masyarakat Afghanistan merayakan Idul Fitri sehari lebih awal dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi yang menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat (20/3).
Selain Afghanistan, sejumlah negara di kawasan Asia Selatan juga tengah melakukan pemantauan hilal pada Kamis, 29 Ramadhan 1447 H yang bertepatan dengan 19 Maret 2026. Komite rukyatul hilal di India, Pakistan, Nepal, dan Bangladesh mengimbau umat Muslim untuk mengamati kemunculan bulan sabit penanda awal Syawal.
Sementara itu, di Inggris, organisasi Wifaqul Ulama London juga dijadwalkan mengumumkan penetapan Idul Fitri pada hari yang sama, mengikuti hasil pemantauan hilal di wilayah tersebut.
Perbedaan waktu perayaan Idul Fitri ini merupakan hal yang lazim terjadi setiap tahun, mengingat metode penentuan awal bulan Hijriah yang berbeda-beda di tiap negara, baik melalui rukyatul hilal maupun perhitungan astronomi.
Meski berbeda hari, semangat perayaan Idul Fitri tetap sama, yakni menjadi momentum kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan serta mempererat tali silaturahmi antar sesama.
