Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Maret 2026, 21.14 WIB

PM Malaysia Sebut Kapal Tankernya Akan Diizinkan Lintasi Selat Hormuz

Ilustrasi kapal tanker Pertamina. (Dok/Pertamina) - Image

Ilustrasi kapal tanker Pertamina. (Dok/Pertamina)

JawaPos.com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan kapal tanker minyak Malaysia akan diizinkan melintasi Selat Hormuz. Atas izin yang diberikan, Anwar Ibrahim pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas izin tersebu

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan kapal tanker minyak Malaysia akan diizinkan melintasi Selat Hormuz. Atas izin yang diberikan, Anwar Ibrahim pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas izin tersebut, kant

"Sekarang kami s

"Sekarang kami sedang dalam proses melepaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," kata Anwar dalam pidato di televisi, dilansir dari Antara, Jumat (27/3) .

"Namun, ini tidak mudah karena Iran merasa telah berkali-kali ditipu dan sulit menerima langkah menuju perdamaian tanpa perjanjian yang mengikat dan jaminan keamanan," katanya, menambahkan.

Menurut Anwar, dampak konflik telah meluas ke Lebanon, di mana "lebih dari 1 juta orang kehilangan rumah dan harta benda mereka."

Ia juga menegaskan bahwa akar konflik di Palestina dan Gaza masih belum terselesaikan dan terus memperburuk situasi.

Anwar menegaskan Malaysia akan terus memainkan peran aktif dalam mendukung upaya perdamaian kawasan.

Malaysia, katanya, mengambil "sikap tegas terhadap ketidakadilan, penindasan, dan agresi yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat."

Namun, ia mengatakan situasi menjadi lebih kompleks karena respons Iran juga berdampak pada negara-negara Teluk.

Ia juga mengatakan telah berbicara dengan Pezeshkian dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi untuk membahas eskalasi di Timur Tengah.

Anwar melakukan panggilan telepon pada Kamis pagi dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk ketiga kalinya guna membahas upaya Pakistan mencapai perdamaian di kawasan.

Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari, secara efektif terganggu sejak awal Maret.

Gangguan tersebut meningkatkan biaya pengiriman dan mengerak harga minyak global.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore