
Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur. (Basarnas)
JawaPos.com - Rumah Sakit Polri Kramat Jati turut dilibatkan dalam identifikasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4). Sampai hari ini (28/4), sudah 10 jenazah korban kecelakaan yang diterima oleh rumah sakit tersebut.
Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono menyampaikan bahwa 10 jenazah korban kecelakaan kereta tersebut seluruhnya perempuan. Untuk mengidentifikasi jenazah tersebut, pihak rumah sakit sudah membuka Posko Ante Mortem sejak kemarin malam.
”Yang (sudah) diterima saat ini ada 10 jenazah. Sampai jam 10.30 WIB baru 3 keluarga yang sudah melaporkan (data ante mortem),” kata Prima saat dikonfirmasi oleh awak media.
Berdasar data dari PT KAI, jumlah total korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut mencapai 14 orang. Sementara 84 korban lainnya dievakuasi ke berbagai rumah sakit di Bekasi dalam keadaan luka-luka. Atas insiden kecelakaan tersebut, PT KAI menyampaikan duka cita mendalam.
”Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Anne menegaskan bahwa sejak awal kejadian, seluruh upaya difokuskan pada penanganan korban dengan mengutamakan keselamatan dan kondisi setiap penumpang. Proses evakuasi dan penanganan dilakukan secara hati-hati karena terdapat korban yang membutuhkan penanganan khusus.
”Setiap langkah dilakukan dengan pertimbangan medis dan keselamatan agar penanganan dapat berjalan optimal. Tim medis, Basarnas, KAI, serta seluruh pihak terkait bekerja secara terkoordinasi di lapangan,” imbuhnya.
Kecelakaan kereta yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB melibatkan KRL Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Akibatnya, puluhan penumpang mengalami luka-luka dan 14 korban dilaporkan meninggal dunia. Untuk membantu proses evakuasi, Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, serta tim khusus Basarnas Special Group (BSG) mengerahkan 30 personel.
Pagi ini, Tim SAR Gabungan sudah berhasil mengevakuasi 7 penumpang yang terhimpit di gerbong KRL yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4). Sebanyak 2 korban dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan 5 korban selamat. Selanjutnya, petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi kecelakaan.
”Saat ini kami masih menyisir area tersebut sampai nanti kami nyatakan klir baru kami update lagi,” kata Humas Kantor SAR Jakarta Ramli Prasetio.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
