Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2025, 17.59 WIB

Komisi III DPR Sayangkan Penasehat Kapolri Blunder Sikapi Penembakan Bos Rental Mobil

Dua anak korban penembakan, Adik Rizki Agam Saputra dan Agam Muhammad Nazrudin, menceritakan peristiwa penembakan yang merenggut nyawa ayah mereka. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Dua anak korban penembakan, Adik Rizki Agam Saputra dan Agam Muhammad Nazrudin, menceritakan peristiwa penembakan yang merenggut nyawa ayah mereka. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Anggota Komisi III DPR RI Rizki Faisal mengkritik pernyataan penasihat ahli Kapolri, Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi terkait kasus penembakan pemilik rental mobil yang tengah menjadi sorotan publik. Ia menyebut, pernyataan Aryanto Sutadi menjadi blunder yang merugikan citra Kapolri dan institusi Polri secara keseluruhan.

Menurutnya, Aryanto Sutadi tidak hanya kurang hati-hati, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap Polri, di tengah upaya institusi tersebut untuk memperkuat program Presisi yang berfokus pada responsibilitas, empati, dan keadilan bagi masyarakat.

“Sebagai penasihat Kapolri, pernyataan yang disampaikan seharusnya mencerminkan tanggung jawab Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Polisi harus menunjukkan keberanian dan strategi dalam menghadapi situasi seperti ini, bukan memberikan kesan seolah-olah tugas itu bisa ditunda atau diabaikan,” kata Rizki kepada wartawan, Rabu (8/1).

Sebab, dalam sebuah wawancara, Aryanto Sutadi menyebut sah-sah saja polisi tidak gegabah mendampingi laporan seseorang untuk menarik unit mobil.
Rizki menegaskan, pernyataan yang kurang hati-hati dapat memberikan dampak negatif terhadap persepsi masyarakat terhadap Polri.

"Sehingga pernyataan seperti ini justru bisa mengikis rasa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” tegasnya.

Legislator fraksi Golkar itu juga mengingatkan, penasihat Kapolri harusnya menunjukkan profesionalisme dalam setiap pernyataan publik. Ia menekankan, ketegasan dan kesiapan dalam menjalankan tugas justru akan menjaga wibawa Kapolri dan institusi Polri.

"Bila ada kekhawatiran operasional, sebaiknya dijelaskan dalam bentuk rencana mitigasi risiko, bukan melalui alasan yang dapat dipersepsikan sebagai pembenaran untuk tidak bertindak,” ujarnya.

Karena itu, Rizki menyarankan agar pernyataan dari pejabat internal Polri lebih berfokus pada langkah solutif.

“Misalnya, menyampaikan bahwa Polri sedang menyusun strategi yang aman namun tetap efektif dalam menangani situasi ini, sehingga kepercayaan publik terhadap Polri tetap terjaga,” urai Rizki.

Sebagaimana diketahui, Penasihat Ahli Kapolri Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi mengomentari kasus tewasnya bos rental mobil karena ditembak. Ia menilai tindakan yang dilakukan bos rental Ilyas Abdurrahman menyergak pencuri merupakan tindakan nekat.

Aryanto Sutadi mengatakan polisi yang menolak membantu sepertinya tak menyangka bos rental justru menghadapi pencuri tanpa penampingan petugas.

"Dia (polisi) gak menyangka orang yang minta tolong nekat betul yah menghadapi orang bersenjata," ungkap Aryanto.

Ia mengatakan jika memposisikan diri sebagai polisi yang berjaga saat itu, pasti akan meminta bantuan lebih dulu.

"Kalau seandainya polisi itu polisi baik saya pasti akan nyari kekuatan. Diskresi saya minta bantuan polsek 'pak ini ada begini minta bantuan segera', didatangkan sehingga kita bisa ke sana dan berhasil, saya gak akan berangkat sendiri gitu," papar Aryanto Sutadi.

Oleh karena itu, Aryanto tak menyalahkan anggota polisi Polsek Cinangka yang telah menolak membantu bos rental dalam mengejar pencuri mobil.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore