
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Jakarta. (Febry Ferdian/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi santai sindiran Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) melalui piagam satire, terkait pemberian status tahanan rumah kepada tersangka dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024, Yaqut Cholil Qoumas.
KPK menilai, kritik yang disampaikan merupakan bagian dari dinamika publik dalam mengawal proses penegakan hukum.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan bentuk sindiran tersebut.
Menurut dia, berbagai ekspresi yang muncul di tengah masyarakat justru menjadi cerminan tingginya perhatian terhadap kerja-kerja pemberantasan korupsi.
“KPK memandang ini sebagai bentuk ekspresi publik yang kami terima secara positif," kata Budi kepada wartawan, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, KPK memang membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, termasuk dalam bentuk yang tidak biasa seperti satire. Hal ini dinilai sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap lembaga negara.
“Sebagai lembaga penegak hukum, KPK senantiasa terbuka terhadap berbagai kritik, saran, dan masukan konstruktif dalam upaya pemberantasan korupsi," ujarnya.
Menurutnya, perhatian publik yang tinggi menunjukkan adanya harapan besar terhadap kinerja lembaga antirasuah.
Sebab, kepercayaan masyarakat menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi.
Baca Juga:Dapat Izin Jadi Tahanan Rumah dari KPK, Eks Menag Yaqut: Alhamdulillah Bisa Sungkem ke Ibu
“Kami melihat hal ini juga mencerminkan tingginya perhatian, harapan, sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan KPK," tegasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
