
Model Paula Verhoeven usai menjalani pemeriksaan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah oleh Hanania Travel di Polda Metro Jaya pada Kamis(11/6). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Model Paula Verhoeven menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jamaah umrah oleh Hania Travel di Polda Metro Jaya pada Kamis (11/6). Dia mengaku berangkat umrah bersama Hanania Travel, namun tidak bekerja sama secara langsung.
Usai menjalani pemeriksaan, Paula menyampaikan bahwa dirinya datang ke Polda Metro Jaya sebagai warga negara yang baik. Dia menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.00 WIB dan telah menjawab lebih kurang 30 pertanyaan dari penyidik. Seluruh keterangan yang disampaikan terkait dengan Hanania Travel.
”Sebenarnya, saya pribadi tidak ada hubungannya langsung dengan Hanania. Jadi, keberangkatan saya umrah waktu itu, 2024 bulan September itu, saya diajak oleh program Rumpi. Jadi, sebagai narasumber, sebagai talent di sana, dan ternyata kebetulan program Rumpi tersebut bekerja sama dengan Hanania,” kata Paula kepada awak media.
Karena itu, Paula menampik berhubungan dan bekerja sama langsung dengan Hanania Travel. Kerja sama yang terjalin antara dirinya dengan program Rumpi. Segala urusan berkaitan dengan Hanania diurus oleh Rumpi. Termasuk kerja sama yang menyangkut uang atau biaya perjalanan umrah tersebut.
”Saya terus terang prihatin, prihatin buat para korban. Saya berharap semoga para korban dikuatkan juga dan mendapatkan keadilan, agar proses hukumnya juga lancar, dan semoga kami semua juga bisa ikut berpartisipasi agar masalah ini cepat selesai,” harapnya.
Sebagai saksi dalam kasus tersebut, Paula memastikan sudah membawa dan menyerahkan seluruh barang bukti yang dibutuhkan. Termasuk foto serta kontrak. Ihwal uang saku, Paula enggan banyak komentar. Dia hanya menegaskan akan membantu sebisa mungkin agar masalah yang muncul cepat selesai.
Dalam kasus tersebut, Polda Metro Jaya sudah menetapkan tersangka dan menahan direktur utama PT Khazanah Tamma Internasional yang menaungi Hanania Travel berinisial ASF. Dia diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan dana jamaah umrah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya kombes Budi Hermanto menyebut, pihaknya sudah menerima beberapa laporan dengan jumlah korban mencapai 128 orang. Kerugian yang dialami oleh para korban akibat perbuatan tersangka mencapai angka Rp 12,145 miliar.
”Perkara sudah naik ke tahap penyidikan. Penyidik telah memeriksa 33 orang saksi dari para pelapor maupun korban yang terdata,” ucap Budi kepada awak media pada Sabtu (30/5) lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022