Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menolak permohonan Sony Sonjaya menjadi justice collaborator atau JC dalam kasus dugaan korupsi tata kelola anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan itu diambil setelah LPSK mempertimbangkan berbagai hal.
Wakil Ketua LPSK Susilaningtias menyampaikan hal itu kepada awak media pada Selasa (14/7). Dia menyampaikan bahwa Sony tidak memenuhi syarat dalam Undang-Undang (UU) Pelindungan Saksi dan Korban dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2025 yang mengatur tentang JC.
”Jadi, Pak Sony itu tidak memenuhi persyaratan sebagai JC, karena tidak memenuhi persyaratan di UU pelindungan saksi dan korban, UU nomor 3 tahun 2026 dan PP tentang JC, PP 24 tahun 2025,” terang Susilaningtias.
Sejauh ini, mantan wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut tidak dapat menyampaikan secara terbuka terkait dengan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut, persisnya pihak lain yang memiliki peran lebih besar ketimbang dirinya sebagai salah seorang pimpinan BGN saat kasus terjadi.
”Juga itu tidak disampaikan informasi itu ke penyidik. Terus yang kedua bukan pelaku utama, ini yang bersangkutan di dalam proses penyidikan yang bersangkutan memang pelaku utama,” kata dia.
Tidak hanya itu, LPSK tidak menemukan adanya ancaman terhadap Sony. Bahkan, lanjut dia, sampai saat ini Sony belum menyatakan kesediaan untuk mengembalikan hasil kekayaan dari tindak pidana yang dilakukan dalam kasus korupsi salah satu program prioritas presiden tersebut.
”Kesediaan mengembalikan hasil kekayaan, dari hasil tindak pidana itu, juga belum disampaikan kesediaan beliau berkaitan mengembalikan kekayaan (yang) didapat dari tindak pidana, sejauh ini belum ada komitmen tersebut,” tegasnya.
Karena itu, LPSK memutuskan untuk menolak permohonan yang diajukan oleh Sony melalui kuasa hukumnya. Sebelumnya, permohonan serupa sudah ditolak oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) lantaran Sony adalah salah seorang pelaku utama dalam kasus tersebut. Namun dia tetap berusaha menjadi JC lewat LPSK.
”Ya, ada yang mengajukan permohonan kepada LPSK dan masih dalam penelaahan. Udah intinya itu saja. Jadi, ada yang mengajukan permohonan,” kata Ketua LPSK Achmadi kepada awak media pada Rabu (24/6).
Baca Juga:Dituding Sony Sonjaya 'Bermain' Dapur MBG, Begini Tanggapan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcayanto
Prinsipnya, kata Achmadi, LPSK harus mendalami setiap permohonan yang masuk. Diantaranya dengan melakukan koordinasi bersama semua pihak terkait. Dia enggan banyak komentar lantaran saat itu proses pendalaman atas permohonan dari Sony masih berlangsung.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
