Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Maret 2026, 02.26 WIB

8 Perilaku Halus Ini Sering Digunakan Manipulator dalam Hubungan Asmara, Apa Saja?

Ilustrasi seorang manipulator yang berbahaya saat mengobrol (freepik) - Image

Ilustrasi seorang manipulator yang berbahaya saat mengobrol (freepik)

JawaPos.com - Dalam hubungan yang sehat, kepercayaan dan keseimbangan emosional adalah hal yang penting. Namun, tidak semua orang memiliki niat baik dalam menjalin hubungan.

Beberapa individu menggunakan taktik manipulasi untuk membuat orang lain bergantung secara emosional tanpa disadari.

Manipulasi ini sering kali terjadi secara halus dan bertahap, membuat korban merasa semakin kehilangan kendali atas perasaan dan keputusannya sendiri.

Jika Anda pernah merasa terjebak dalam hubungan yang membuat Anda sulit berpikir jernih atau selalu meragukan diri sendiri, bisa jadi Anda sedang menjadi target manipulasi.

Melansir News Report, berikut adalah delapan taktik yang sering digunakan manipulator untuk mengendalikan emosi seseorang, menurut psikologi.

1) Membuat Anda Meragukan Realitas Sendiri

Manipulator sering menggunakan teknik gaslighting, yaitu membuat Anda mempertanyakan ingatan, perasaan, dan persepsi Anda sendiri. Mereka mungkin berkata, “Kamu terlalu sensitif” atau “Itu hanya ada di kepalamu.”

Dengan cara ini, mereka perlahan-lahan melemahkan kepercayaan diri Anda dan membuat Anda bergantung pada mereka untuk memahami realitas.

2) Memberikan Kasih Sayang Secara Tidak Konsisten

Para manipulator bisa bersikap penuh perhatian dan penyayang pada satu waktu, lalu tiba-tiba menjadi dingin dan menjauh tanpa alasan yang jelas. Pola ini membuat Anda merasa kebingungan dan berusaha keras untuk mendapatkan kembali kasih sayang mereka.

Ketidakpastian ini menciptakan kecanduan emosional, karena Anda terus berharap mereka akan kembali menjadi sosok yang hangat seperti sebelumnya.

3) Membuat Anda Merasa Tidak Pernah Cukup

Mereka secara halus meremehkan usaha dan pencapaian Anda, sehingga Anda merasa bahwa apa pun yang Anda lakukan tidak akan pernah cukup.

Anda mungkin mulai berpikir bahwa kebahagiaan mereka adalah tanggung jawab Anda dan berusaha lebih keras untuk memenuhi standar yang terus berubah. Ini adalah cara mereka membuat Anda terus bergantung dan merasa harus membuktikan diri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore