
Ilustrasi- Pasangan yang bahagia dengan hidup child free
JawaPos.com - Selama puluhan tahun, stereotip "egois" sering kali disematkan kepada orang dewasa yang memutuskan untuk tidak memiliki anak (childfree). Namun, sebuah studi terbaru justru mematahkan anggapan negatif tersebut dengan temuan yang mengejutkan mengenai kepribadian mereka.
Penelitian mengungkapkan bahwa individu yang memilih untuk tidak memiliki anak biasanya memiliki sifat langka yang membuat hidup mereka jauh lebih berwarna. Sifat ini bukan tentang mementingkan diri sendiri, melainkan tentang kapasitas mental yang luas untuk menyerap pengalaman hidup dari berbagai sudut pandang.
Bagi Anda yang merasa lebih nyaman hidup tanpa membesarkan anak, tidak perlu lagi merasa harus bersembunyi di balik tekanan sosial. Ternyata, kecintaan alami Anda dalam mencoba hal-hal baru adalah aset berharga yang diakui secara ilmiah sebagai faktor pendukung hidup yang berkualitas.
Dilansir dari YourTango, keterbukaan terhadap pengalaman adalah kunci utama yang membedakan kelompok ini dengan mereka yang sudah berkeluarga. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai mengapa pilihan hidup ini justru bisa membuat seseorang menjadi individu yang lebih unik dan menarik.
Penelitian menemukan bahwa mayoritas orang yang memilih tidak memiliki anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat kuat. Mereka bukan orang yang egois, melainkan individu yang haus akan penjelajahan, baik secara fisik melalui perjalanan ke tempat baru maupun secara intelektual melalui ide-ide segar.
Jeffrey Davis, MA., seorang peneliti dan profesor, memberikan penjelasan mendalam mengenai hal ini. Menurutnya, sifat ini mencakup minat yang terukur terhadap seni, keindahan, serta perhatian tinggi terhadap sensasi dan perasaan pribadi.
"Dalam bidang psikologi, keterbukaan terhadap pengalaman mengacu pada minat individu kita yang terukur terhadap seni dan keindahan, perhatian kita terhadap sensasi dan perasaan kita, rasa ingin tahu intelektual kita, preferensi kita terhadap keragaman, dan imajinasi aktif kita. Sederhananya, ini adalah dorongan untuk mengeksplorasi aspek-aspek baru dari pengalaman manusia dan kemauan untuk mempertimbangkan perspektif yang berbeda dari perspektif kita sendiri," jelas Davis.
Dorongan untuk mengeksplorasi ini membuat mereka menjadi pribadi yang sangat adaptif. Mereka lebih berani mengambil risiko untuk mencoba gaya hidup yang tidak konvensional demi mendapatkan pemahaman yang lebih kaya tentang dunia dan seisinya.
Para peneliti di Universitas Melbourne, Australia, menemukan fakta unik bahwa orang yang terbuka terhadap pengalaman memiliki persepsi visual dasar yang berbeda. Mereka cenderung lebih kreatif dan lebih lihai dalam memproses informasi, baik yang bersifat abstrak maupun konkret.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
