
Konsumsi makanan bergizi dan seimbang adalah salah satu cara menjaga daya tahan tubuh. (freepik)
Menurut Harli, itu penting bagi pasien diabetes atau orang dengan obesitas yang rentan mengalami komplikasi. Namun, dia menekankan bahwa penggunaan produk suplemen hanya bisa membantu menjaga sistem imun, bukan menggantikan pengobatan standar.
”Ini sebagai pelengkap, bukan pengganti terapi medis,” ujar Harli Amir Mahmudji.
Harli menyampaikan bahwa studi tentang pengaruh penggunaan produk suplemen terhadap imunitas yang dia lakukan masih terbatas.
”Durasi penelitian hanya 30 hari dan peserta terbatas pada pekerja kantoran dewasa. Efek jangka panjang dan penggunaan pada kelompok lain, seperti ibu hamil atau pasien autoimun, masih perlu penelitian lebih lanjut,” jelas dia.
Baca Juga: Manfaatkan Kecanggihan Kamera Termal, Mahasiswa UB Ciptakan Alat Deteksi Dini Kanker Payudara
Hasil penelitian yang memberikan gambaran awal tentang modulasi sistem imun pada pasien dengan gangguan metabolik, menurut dia, bisa menjadi dasar studi lanjutan untuk menilai efektivitas dan keamanannya pada populasi lebih luas.
Para peneliti menekankan pentingnya penelitian lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar dan durasi yang lebih panjang untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
