Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 April 2026 | 12.21 WIB

Dorong Edukasi Kesehatan Gigi Lebih Dekat ke Publik lewat Pendekatan Digital

Diskusi TeethTalk Academy for Dentfluencers, program pelatihan media sosial yang dirancang untuk membantu dokter gigi dan pegiat kesehatan gigi. (Istimewa) - Image

Diskusi TeethTalk Academy for Dentfluencers, program pelatihan media sosial yang dirancang untuk membantu dokter gigi dan pegiat kesehatan gigi. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kesehatan gigi dan mulut. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, sekitar 96 persen masyarakat tidak mengunjungi dokter gigi dalam satu tahun terakhir, sementara hanya 2,8 persen yang menyikat gigi dengan cara yang benar.

Kondisi ini antara lain dipengaruhi rasa takut serta minimnya informasi yang akurat dan mudah dipahami masyarakat. Dalam diskusi TeethTalk Academy for Dentfluencers, sebuah program pelatihan media sosial yang dirancang untuk membantu dokter gigi dan pegiat kesehatan gigi, menyampaikan edukasi secara lebih relevan di era digital. Inisiatif ini bertujuan mendorong lahirnya generasi dentfluencer yang kredibel sekaligus komunikatif.

Program yang digagas Pepsodent ini menyasar dokter gigi, mahasiswa kedokteran gigi, serta pegiat kesehatan mulut. Hal itu agar mereka mampu menggabungkan keahlian klinis dengan kemampuan membuat konten digital yang menarik dan mudah dipahami.

Workshop perdana digelar pada Maret 2026, dengan materi yang mencakup pengembangan ide konten, teknik produksi seperti pencahayaan dan editing, hingga personal branding dan strategi interaksi di media sosial.

Program ini menghadirkan Dr. Milad Shadrooh, salah satu dental influencer ternama di dunia asal Inggris, bersama kreator Indonesia seperti Zaki Alfadilah, Twomann, dan Vinco. Workshop perdana ini dirancang sebagai langkah awal untuk membangun komunitas dentfluencer yang berkelanjutan dan dapat terus berkembang.

”Dokter gigi berperan penting dalam edukasi kesehatan gigi. Di era digital, penyampaian yang menarik menjadi kunci agar pesan berbasis ilmiah lebih mudah dipahami dan menjangkau lebih banyak orang. Melalui Teeth Talk Academy, kami ingin membantu para dokter gigi dan pegiat kesehatan gigi membangun komunikasi yang lebih engaging, sehingga dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mengurangi kecemasan masyarakat untuk berkunjung ke dokter gigi,” kata Senior Global Brand Director Oral Care Unilever Madhurjya Banerjee.

Sejalan dengan hal tersebut, pendekatan komunikasi yang relevan dan mudah dipahami dinilai semakin penting di tengah perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi kesehatan, serta menjadi kunci dalam membangun kepercayaan terhadap edukasi kesehatan gigi.

Dr. Milad Shadrooh, yang juga dikenal sebagai The Singing Dentist, menambahkan, bagi banyak orang, kunjungan ke dokter gigi masih terasa menakutkan. Kondisi itu sering kali berawal dari persepsi terhadap kesehatan gigi itu sendiri. Media sosial memberikan peluang besar bagi dokter gigi untuk mengubah hal tersebut.

”Dengan pendekatan yang lebih menarik, humanis, dan mudah dipahami, cara pandang masyarakat terhadap perawatan gigi dapat berubah. TeethTalk Academy menjadi inisiatif yang unik karena membantu lebih banyak profesional kesehatan gigi membangun koneksi tersebut tidak hanya di Indonesia, tetapi juga berpotensi secara global,” ungkap Dr. Milad Shadrooh.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore