Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 November 2025, 17.59 WIB

Harga Dogecoin Rontok ke Rp 2.800, Analisis Sebut Butuh Tembus Rp 2.970 untuk Pulih

Ilustrasi Dogecoin yang sedang menghadapi tren turun harga. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Dogecoin yang sedang menghadapi tren turun harga. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pasar meme coin kembali berguncang. Harga Dogecoin (DOGE) anjlok hingga 8% dalam 24 jam terakhir setelah investor besar atau whale melakukan aksi jual besar-besaran senilai USD 440 juta (Rp 7,26 triliun). Dikutip dari CoinDesk, Selasa (4/11), harga DOGE kini bertengger di USD 0,1697 (sekitar Rp 2.800) setelah menembus sejumlah level support penting.

Volume perdagangan melonjak tajam, mencapai 3,37 miliar token, atau naik 426% di atas rata-rata harian. Lonjakan aktivitas ini menandakan gelombang stop-loss otomatis dan penjualan algoritmik yang mempercepat penurunan harga.

Penurunan di bawah USD 0,18 (Rp 2.970) menandai pergeseran struktur pasar, yang dikonfirmasi oleh aksi jual institusional berkelanjutan di sektor meme coin. DOGE sempat turun ke titik terendah intraday di USD 0,1641 (Rp 2.708) sebelum pembeli ritel mencoba melakukan dip buying.

Analis menyebut kegagalan DOGE mempertahankan level Fibonacci retracement 0,236 di USD 0,1787 (Rp 2.949) sebagai pemicu utama likuidasi massal. “Begitu harga menembus 0,18, pasar kehilangan pegangan teknikal. Setiap pantulan langsung diserap oleh tekanan jual,” tulis laporan CoinDesk.

Sesi perdagangan hari itu ditutup di kuartil bawah kisaran harga harian, menegaskan kendali penuh di tangan penjual besar.

Data on-chain menunjukkan perilaku whale memperburuk tekanan jual. Alamat yang memegang 10 juta–100 juta DOGE melepas sekitar 440 juta token dalam tiga hari terakhir, salah satu aksi jual menengah terbesar sepanjang kuartal ini.

Sementara itu, RSI (Relative Strength Index) turun ke 34,7, mendekati wilayah oversold yang biasanya mendahului pantulan teknikal jangka pendek. Namun, pola descending channel pada grafik harga masih bertahan, dengan proyeksi pelemahan lanjutan menuju USD 0,165–USD 0,150 (Rp 2.720–Rp 2.475), area yang sebelumnya menjadi zona akumulasi kuat.

Data pasar derivatif menegaskan sentimen negatif. Arus keluar harian DOGE mencapai USD 22,27 juta (Rp 367 miliar), sementara turnover futures melonjak 50% ke USD 5,25 miliar (Rp 86,6 triliun). Meski demikian, open interest justru turun 4% ke USD 1,67 miliar (Rp 27,5 triliun), menandakan pembongkaran posisi leverage besar, bukan masuknya spekulasi baru.

Analis CoinDesk menilai situasi ini sebagai tanda “broad deleveraging”, di mana pelaku pasar mengurangi risiko menjelang potensi konsolidasi harga lebih dalam.

Menurut analis, nasib jangka pendek Dogecoin bergantung pada kemampuan harga menstabilkan diri di atas USD 0,165 (Rp 2.722). Selama belum mampu menembus dan bertahan di atas USD 0,18–0,185 (Rp 2.970–Rp 3.050), tren bearish tetap dominan.

“Kenaikan singkat ke area USD 0,176–USD 0,180 (Rp 2.900–Rp 2.970) hanya akan menjadi peluang distribusi bagi trader jangka pendek, kecuali sentimen pasar Kripto membaik secara luas,” tulis laporan tersebut.

Dalam kondisi saat ini, volatilitas masih tinggi dan peluang pantulan teknikal dinilai terbatas serta berisiko jebakan (dead cat bounce). Trader disarankan menunggu konfirmasi volume rendah dan stabilisasi harga sebelum mengantisipasi potensi pembalikan tren.

Dengan tekanan jual institusional yang berlanjut dan aktivitas leverage yang berkurang, DOGE kini berada di fase penentuan arah.

Jika gagal bertahan di atas USD 0,165, harga berpotensi meluncur ke USD 0,150 (Rp 2.475), level yang terakhir kali disentuh pada September.

Sebaliknya, penutupan harian di atas USD 0,18 dapat membuka peluang pemulihan jangka pendek menuju USD 0,19–0,20 (Rp 3.135–Rp 3.300). Namun, untuk sementara, para bear masih menguasai panggung.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore